Senin, 14 Januari 2013

SEKILAS TENTANG PONDOK PESANTREN MTM KEMPEK

SEKILAS TENTANG PONDOK PESANTREN MTM KEMPEK



K
empek adalah nama sebuah desa yang berada di bagian barat kota Cirebon, tepatnya diantara Palimanan dan Ciwaringin. Pada tahun 1908 didirikan pesantren Kempek KH. Harun yang merupakan Salah seorang  putra KH. Abdul Jalil (Ki Marden) yang berasal dari Pekalongan dan menetap di Kedongdong.

MASA BELAJAR
Ketika ditinggal wafat ayahandanya, KH. Harun masih kecil dan hanya ditinggalkan sedikit harta benda. Kemudian beliau dirawat oleh ibundanya yang bernama Nyai Kamali seorang wanita sabar berdarah sunda. Keadaan susah tak membuat keinginannya untuk menimba ilmu. Dengan perbekalan yang sedikit beliau mengembara untuk menuntut ilmu, diantaranya:
* Indramayu
Disana beliau mengaji pada KH. Yusuf, seorang ulama yang berasal dari Demak yang dikenal waliyullah serta ahli ma'rifat yang meninggalkan sebuah karya monumental yaitu kitab shorof yang sampai kini menjadi acuan Tashrifan Kempek.
*Tegal, Giren
Di tegal beliau belajar pada seorang ulama theolog yang bernama KH. Ubaidah.
*Pekalongan
Di tempat kelahiran ayahnya ini, beliau belajar pada seorang ulama besar bernama KH. Murtadho.

HARUN DAN SHOLEH
KH. Harun memiliki dua nama yaitu Harun dan Sholeh. "Harun" adalah nama yang berasal dari orangtuanya, sedangkan "Sholeh" adalah nama setelah beliau menunaikan rukun islam yang kelima. Dan setelah Haji beliau selalu menuliskan nama "Sholeh" di setiap koleksi kitabnya.

PUTRA-PUTRI BELIAU
KH. Harun beristrikan dua orang, yaitu: Nyai Mutimmah dan Nyai Ummi Laila. Dari kedua istri beliau lahirlah pura-putri yang akan meneruskan jejak beliau untuk menyebarkan agama Allah melalui Pondok Pesantren Kempek.
Dari Nyai Mutimmah beliau dikaruniai 5 putra-putri yaitu:
1.      Nyai Hj. Umamah
2.      KH. Umar sholeh
3.      Abdul Haq
4.      Nyai Ruba'iah
5.      Nyai Sukinah

Sedangkan dari Nyai Ummi Laila dikarunia 11 putra-putri yaitu:
1.      Kyai Yusuf Harun
2.      Nyai Tsuwaibah
3.      Nyai Rohmah
4.      Nyai Zainah
5.      Nyai Mukminah
6.      Nyai Zubaidah
7.      Nyai Mu'minah
8.      Nyai Atikah
9.      Nyai Hj. Afifah
10.  Kyai Utsman
11.  Kyai Hasan Harun

WAFATNYA KH. HARUN
Setelah 33 tahun menghabiskan waktu membangun dan mengembangkan Pondok Pesantren Kempek, pada tanggal 23 Maret 1935 belau wafat disebabkan  sesak pernafasan. Dan karena kealimannya, tidak kurang dari dua ribu orang mengantarkan kepergian beliau ke tempet peristirahatannya yang terakhir sebagai wujud rasa kehilangan dan duka cita yang mendalam. Kepemimpinan Pondok kemudian diteruskan oleh Putra dan menantu beliau, yaitu:
1.      KH. Yusuf Harun (Putra)
2.      KH. Umar Sholeh (Putra)
3.      KH. Manshur Zubair (Menantu)
4.      KH. Zuhdi Ilyas, Surakarta Solo (Menantu)
5.      K. Muslim Mukhtar
6.      KH. Anwar Rofi'I, Plered (Menantua)
7.      KH. Nashir Abu Bakar, Tegal (Menantu)
8.      KH. Ma'shum Siroj, Gedongan (Menantu)
9.      KH. 'Aqiel Siroj, Gedongan (Menantu)
10.  KH. Abdulloh Muhsin, Plered (Menantu)
11.  K. Hasan Harun (Putra)

Diantara mereka yang paling akhir wafat adalah KH. Umar Sholeh yang lahir pada tanggal 12 Februari 1922 dan wafat tanggal 05 Oktober 1999 M / 14 Dzulhijjah 1415 H. Sebelumnya pada tanggal 10 Jumadil Ula 1414 H seluruh tugas pondok telah diserahkan kepada putra beliau yaitu KH. Muhammad Nawawi.

BERDIRINYA MTM
Untuk mengefektifkan penanganan pendidikan Pesantren yang telah dikembangkan secara berkesinambungan oleh KH. Harun (1908 – 1935), KH Yusuf Harun (1935 – 1949) dan KH. Umar Sholeh (1945 – 1999) maka didirikanlah Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) yang masih satu kesatuan sistem Pesantren yang tak terpisahkan yang didirikan oleh KH. 'Aqiel Siroj pada tahun 1960.


TENTANG PENDIRI
K
H. 'Aqiel Siroj lahir pada tahun 1920 di Gedongan, sebuah desa kecil yang termasuk wilayah Kawedanan Sindang Laut, sekitar 12 KM dari Kota Cirebon. Beliau putra KH. Siroj yang masih keturunan Sunan Gunung Jati, yang juga mendirikan Pondok Pesantren di Gedongan.
KH. 'Aqiel kecil, berkembang dan dibesarkan dalam suasana keluarga pesantren nan sederhana, jauh dari kemewahan. Sebagaimana putra kyai lainnya, masa kecil beliau tidak lepas dari pengawasan sang ayah, Kyai Siradj. Hari-harinya dihabiskan untuk belajar di lingkungan pesantren.
Usia remaja beliau, juga dihabisakan untuk menggeluti samudera ilmu di pesantren-pesantren. Ketertarikannya pada ilmu yang berbasis Islam mengantarkannya pada pesantren Kempek yang kala itu masih dibawah asuhan KH. Harun Sholeh. Shorof, Nahwu dan Fiqh beliau matangkan dengan kesungguhan. Beliau

Belum sempat melihat perkembangan Pesantren yang lebih pesat, sang pendiri lebih dahulu menghadap Allah SWT pada tahun 1990 dikarenakan penyakit yang beliau idap. Selanjutnya kepemimpinan Pondok diteruskan oleh putra sulung beliau yaitu Buya H. Ja'far Shodiq Aqiel yang berhasil membangun MTM dengan sangat pesat seperti sekarang ini. Itu semua tak lepas dari dukungan moral dan material dari adik-adik beliau, yaitu: Prof. DR. KH. Sa'id 'Aqiel Siroj MA, KH. Musthofa 'Aqiel Siroj, KH. Ahsin Syifa 'Aqiel Siroj dan KH. Ni'amillah 'Aqiel Siroj.

PERKEMBANGAN MTM
P
ada awal berdirinya, MTM tidak didedikasikan sebagai sebuah Pondok Pesantren. Pendirinya, KH. 'Aqiel Siroj mencetuskannya sebagai Majlis (tempat mengaji) bagi santri-santri yang telah banyak menetap di Kempek, disamping Pondok Pesantren Kempek dalam asuhan KH. Umar Sholeh ketika itu. Pada awalnya majlis ini hanya terdiri dari tiga kamar, dan semakin lama seiring dengan pertambahan jumlah santri yang semakin banyak, maka beliau mengembangkan majlisnya sebagai sebuah nama pesantren yang masih merupakan satu kesatuan dengan Pondok Pesantren Kempek.
Semakin lama jumlah santri yang menetap di MTM semakin banyak, dan melihat dari tuntutan zaman serta permintaan dari wali santri agar anak-anaknya di pesantren juga dapat mengenyam pendidikan formal (sekolah), serta dengan adanya program pemerintah Wajib Belajar Sembilan Tahun (Wajar 9 Tahun), maka sejak tahun pelajaran 1995-1996 MTM menerima proyek Departemen Agama berupa Madrasah Tsanawiyah Terbuka (MTs T). Mulai saat itulah, para santri yang berminat mengikuti pendidikan formal bisa mengikuti pendidikan di MTs T di bawah bimbingan para guru dari MTs N (Guru Bina) dan beberapa santri senior (Guru Pamong) yang ditunjuk untuk membantu Guru Bina dalam mengemban tugasnya.
Pada tahun 2002, pemerintah menghentikan pendanaan proyek MTs T di seluruh Indonesia, maka MTs Terbuka Kempek pun berpindah status menjadi sekolah reguler dengan nama Madrasah Tsanawiyah Kyai Haji Aqiel Siroj Kempek atau disingkat menjadi MTs KHAS Kempek. Tidak berapa lama setelah itu, kemudian MTM pun mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan yang lain, yaitu dengan mendirikan Madrasah Aliyah yang diberi nama dengan Madrasah Aliyah Kyai Haji Aqiel Siroj Kempek atau MA KHAS Kempek, dibawah naungan Yayasan Kyai Haji 'Aqiel Siroj (Yayasan KHAS).
MA KHAS Kempek didirikan dengan tujuan antara lain agar antara program pendidikan Majlis dan Sekolah dapat berjalan selaras, seiring sejalan. Agar para santri yang telah menamatkan pendidikannya di MTs tidak segera meninggalkan pesantren dengan alasan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar pesantren, padahal di Majlisnya sendiri dia masih belum menamatkan apa-apa, baik pengajian Al Qur'an apalagi pengajian Alfiyah. Dengan didirikannya MA KHAS Kempek, diharapkan semua santri MTM dapat menamatkan pengajiannya bersamaan dengan kelulusannya di sekolah.dan pada tahun 2009 dibuka pula SMP KHAS sebagai wujud permintaan dari wali santri.
Demikianlah, sekilas tentang MTM. Semoga MTM ke depan dapat selalu mengembangkan dirinya ke arah yang lebih baik. Dapat mencetak santri-santri yang mumpuni dalam bidang Agama maupun umum, yang berwawasan luas dan berakhlakul karimah.

SANTRI INDIGO

SANTRI INDIGO

10 09 2008

Peserta Pelatihan Photo bareng dengan Pengasuh MTM, Buya H. Jafar Aqiel (duduk dua dari kanan), Hakim Mahkamah Konstitusi, Prof. Jimly Asshidiqi (duduk tengah)
CIREBON – Untuk kelima kalinya, Harian Umum Republika bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk kembali menggelar pelatihan internet bagi kalangan santri di pondok pesantren. Kali ini, kegiatan yang bertajuk ‘Santri Indigo’ (Indonesia Digital Community) itu digelar di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jabar, 25-26 Agustus 2008.
Kegiatan yang bertemakan ‘Internet Pesantren Wahana Syiar Digital’ tersebut diikuti 75 peserta yang berasal dari 25 pondok pesantren dari berbagai daerah di wilayah III Cirebon. Dari 75 peserta tersebut, sebanyak 60 orang merupakan santri, dan 15 orang lainnya merupakan ustadz/pengasuh pondok pesantren.
Turut hadir dalam acara tersebut Hakim Konstitusi RI, Prof DR Jimly Asshiddiqie SH, Vice President Public Relation and Marketing Communication PT Telkom Indonesia Tbk, Eddy Kurnia, Ketua dan Pengasuh Majelis Tarbiyyatul Mubtadi-in Pondok Pesantren Kempek, KH Ja’far Agil Siraj, Direktur IT PT Telkom, Indra Utoyo, dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum Republika, Nasihin Masha.
Selain diisi dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan blog di internet, para peserta juga diberikan pelatihan menulis berita. Tak hanya itu, para peserta juga dibekali materi tentang pembangunan motivasi diri yang disampaikan Jimly Asshidiqie.
Dalam paparannya, Jimly mengungkapkan bahwa para santri dari pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perbaikan umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bahkan, sambung dia, tak sedikit tokoh negara yang berasal dari kalangan santri pondok pesantren.
‘’Namun untuk bisa menjadi seperti itu, para santri harus memiliki berbagai keunggulan,’’ tegas Jimly.
Menurut Jimly, selama ini para santri memiliki keunggulan berupa pemahaman yang lebih dalam mengenai akhlak dan ilmu agama. Namun, imbuh dia, hal tersebut harus pula ditunjang dengan kemampuan di bidang teknologi dan informasi.
Jimly mengatakan, dengan kemampuan di bidang teknologi dan informasi tersebut, para santri dapat meluaskan syiar dakwah melalui dunia maya. Hal itu, juga dapat sekaligus membendung berbagai pengaruh buruk dari penggunaan internet.
‘’Dengan internet, para santri pun dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi dan pengetahuan dari berbagai belahan dunia dengan cepat, mudah, dan murah,’’ tutur Jimly.
Sementara itu, Vice President Public Relation and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, dalam sambutannya, menjelaskan, kegiatan Santri Indigo tersebut merupakan salah satu bentuk CSR yang dilakukan PT Telkom. Pihaknya berharap, melalui kegiatan itu para santri dan kalangan pesantren lainnya dapat akrab dengan teknologi informasi.
‘’Kami berharap para santri nantinya dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dalam Santri Indigo ini untuk kepentingan syiar dakwah,’’ tegas Eddy.
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, selain kegiatan Santri Indigo, Telkom juga selama ini telah melakukan kegiatan CSR bagi para guru dengan nama ‘Bagimu Guru Kupersembahkan’. Hingga kini, terang dia, kegiatan itu telah meluluskan sekitar 1.000 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. [lis/fif
10 09 2008

Peserta Pelatihan Photo bareng dengan Pengasuh MTM, Buya H. Jafar Aqiel (duduk dua dari kanan), Hakim Mahkamah Konstitusi, Prof. Jimly Asshidiqi (duduk tengah)
CIREBON – Untuk kelima kalinya, Harian Umum Republika bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk kembali menggelar pelatihan internet bagi kalangan santri di pondok pesantren. Kali ini, kegiatan yang bertajuk ‘Santri Indigo’ (Indonesia Digital Community) itu digelar di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jabar, 25-26 Agustus 2008.
Kegiatan yang bertemakan ‘Internet Pesantren Wahana Syiar Digital’ tersebut diikuti 75 peserta yang berasal dari 25 pondok pesantren dari berbagai daerah di wilayah III Cirebon. Dari 75 peserta tersebut, sebanyak 60 orang merupakan santri, dan 15 orang lainnya merupakan ustadz/pengasuh pondok pesantren.
Turut hadir dalam acara tersebut Hakim Konstitusi RI, Prof DR Jimly Asshiddiqie SH, Vice President Public Relation and Marketing Communication PT Telkom Indonesia Tbk, Eddy Kurnia, Ketua dan Pengasuh Majelis Tarbiyyatul Mubtadi-in Pondok Pesantren Kempek, KH Ja’far Agil Siraj, Direktur IT PT Telkom, Indra Utoyo, dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum Republika, Nasihin Masha.
Selain diisi dengan pemberian materi dan pelatihan pembuatan blog di internet, para peserta juga diberikan pelatihan menulis berita. Tak hanya itu, para peserta juga dibekali materi tentang pembangunan motivasi diri yang disampaikan Jimly Asshidiqie.
Dalam paparannya, Jimly mengungkapkan bahwa para santri dari pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perbaikan umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bahkan, sambung dia, tak sedikit tokoh negara yang berasal dari kalangan santri pondok pesantren.
‘’Namun untuk bisa menjadi seperti itu, para santri harus memiliki berbagai keunggulan,’’ tegas Jimly.
Menurut Jimly, selama ini para santri memiliki keunggulan berupa pemahaman yang lebih dalam mengenai akhlak dan ilmu agama. Namun, imbuh dia, hal tersebut harus pula ditunjang dengan kemampuan di bidang teknologi dan informasi.
Jimly mengatakan, dengan kemampuan di bidang teknologi dan informasi tersebut, para santri dapat meluaskan syiar dakwah melalui dunia maya. Hal itu, juga dapat sekaligus membendung berbagai pengaruh buruk dari penggunaan internet.
‘’Dengan internet, para santri pun dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi dan pengetahuan dari berbagai belahan dunia dengan cepat, mudah, dan murah,’’ tutur Jimly.
Sementara itu, Vice President Public Relation and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, dalam sambutannya, menjelaskan, kegiatan Santri Indigo tersebut merupakan salah satu bentuk CSR yang dilakukan PT Telkom. Pihaknya berharap, melalui kegiatan itu para santri dan kalangan pesantren lainnya dapat akrab dengan teknologi informasi.
‘’Kami berharap para santri nantinya dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dalam Santri Indigo ini untuk kepentingan syiar dakwah,’’ tegas Eddy.
Lebih lanjut Eddy menjelaskan, selain kegiatan Santri Indigo, Telkom juga selama ini telah melakukan kegiatan CSR bagi para guru dengan nama ‘Bagimu Guru Kupersembahkan’. Hingga kini, terang dia, kegiatan itu telah meluluskan sekitar 1.000 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. [lis/fif

SQUAD CLASS AL-IMRITHI FOR ALL

















Majelis "AL-GHADIER"


Pandawa Lima” Pesantren Kempek

Pandawa Lima merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dengan kisah Mahabarata. Pandawa Lima adalah sebutan untuk lima bersaudara, putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Namun kisah Pandawa Lima kali ini ada di salah satu pesantren tradisional yang dibangun lebih dari satu abad lampau, tepatnya pada tahun 1908 oleh Al Mukarrom Mbah Yai Harun Al-Kempeke.

Lahirlah keluarga kecil dengan jasa yang sangat besar dan dikagumi oleh seluruh santri dan kiai. Yaitu keluarga Mbah Kiai Haji ‘Aqiel Siroj. Awalnya Kiai Aqil adalah salah satu santri di Pondok Pesantren Kempek yang di asuh oleh Mbah Yai Harun. Karena beliau terkenal cerdasnya, lalu beliau dinikahkan oleh anak Mbah Yai Harun dari istri kedua yaitu Nyai, Hj. Afifah.

Dibinalah kelurga kecil di ruang lingkup pesantren. Kiai Aqiel pada tahun 1960-an merintis Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ien guna mengektifkan pendidikan di Pesantren Kempek Cirebon. Dan dari pernikahanya lahirlah 5 putra:

Abuya KH Ja’far Shodiq Aqiel Siroj. Di antara putra-putra kiai Aqiel beliau adalah salah satu putra yang paling tegas, cerdas dan teguh dalam pendidrinya. Kiai alumni Pondok Pesantren Lirboyo juga ini  menjadi Pengasuh Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ien Pondok Pesantren Kempek yang di rintis oleh ayahnya setelah ayahnya tiada. Beliau juga ia mendirikan Yayasan Kyai Aqiel Siroj (KHAS ) Kempek guna memberikan pendidikan yang luas untuk pesantren kempek dan menjadi ketuanya.

Bukan hanya itu resolusi beliau. Beliau juga menjadi Ketua MUI Cirebon dan juga menjadi Mustasyar PCNU Cirebon. Kesibukannya bukan hanya dalam organisasi Islam tapi beliau juga kembangkan ilmunya dengan mengajar Kitab AlFiyah dengan santri-sanri pesantren Kempak. Beliau di karuni 6 Putra – putri dengan Ny. Hj. Daimah yaitu putri dari uwanya yaitu KH. Nashir Abu Bakar ( Kiai Kempek ). putra-putrinya pun ikut membantu pengembangan MTM Pesantren Kempek Putra dan Putri juga Pendidikan Yayasan KHAS Kempek.

DR KH Said Aqiel Siroj. Beliau lahir di rublic pesantren kempek tepatnya pada 3 juli 1953. Putra kyai aqiel ini adalah salah satu putra yang terjun langsung dalam orang yang berpengaruh di dunia. Beliau aktifkan pemikiran, kecerdasan dan ke’arifannya di Nahdlatul Ulama (NU) dengan membawa visi misi pesantren. Ia pun Menjadi Ketua Umum PBNU (2010-sekarang), penasehat MTM Pontren Kempek, dan juga menjadi wakil kakatnya di Yayasan KHAS Kempek Cirebon.

Di antara putra kyai aqiel, hanya Kang Saidlah yang berlama-lama di Makkah sampai berkeluarga di kota kelahiran Nabi ini. Dan mempunyai title yang sangat luar biasa. Beliau di karuni 4 putra dan putri. Semua puta-putrinya di lahirkan di Arab dengan Ibu Ny. Hj. Nurhayati Abdul Qadir.
KH Muh. Musthofa Aqiel Siroj. Tutur katanya selalu membuat orang yang mendengarkan menjadi luluh hati, beliau adalah Mubaligh Kondang. Semua bahasa lokal hampir beliau kuasai. Anak ke tiga kyai aqil ini adalah kiai mubaligh yang handal dalam pembicaraan da’wahnya sampai-sampai beliaupun di jadikan Mustasyar Ikhwanul Muballighin. Iapun menjadi Penasihat MTM Pontren Kempek, dan juga menjadi mudhir pengajiannya para kyai wilayah 3 cirebon yaitu Majlis Dirosah Ilmiah Al-Ghadier di bawah naungan Yayasan KHAS Kempek dan MTM.

Bukan hanya kakaknya (Kang Said) yang aktif dalam Nahdlatul Ulama tapi Kang Muh (nama akrab beliua) juga ikut berperan dalam kemaslahatan NU. Tepatnya menjadi Katib Syuriah PBNU. Dan menjadi bendahara dalam kependidikan Yayasan KHAS Kempek.

Kesibukannya bukan hanya di geluti dengan berdakwah dan berorganisasi saja tapi ia pun kembangkan ilmunya dengan mengajar para kyai-kyai sewilah tiga Cirebon setia jum’at siang (ba’da jum’atan) dengan kitab Tafsir Jalallain dan mengajar santri-santrinya dengan Kitab pasaran setiap pagi dengan Kitab Ihya Ulummuddien karangan Imam Ghazali. Beliau di karuniai 4 putra dengan putri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Mbah Yai Maemun Zubair yaitu Nyai. Hj. Shobihah.
KH Ahsin Syifa Aqiel Siroj. Alim dan Cerdas juga istiqamah. Ketiga kakak-kakatnya yang menuruni ayahandanya adalah kang Ahsin bahkan Abuya Ja’far sangat kagum dengan semua yang di miliki oleh adiknya ini. Kecil hingga dewasa sampai ayanhnya wafat beliau hanya di didik oleh ayahnya, tidak seperti kakak-kakaknya atau adiknya.

Beliau tidak pernah menginjakan kakakinya ke pesantren lain kecuali di ruang lingkup Pesantren Kempek. Kini beliau menjadi Pimpinan Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ien Pesantren Kempek. Dan beliaupun selalu istiqamah dalam pembelajaran santri-santri Majlis Tarbiyatul Mubtadi’ien dengan berbagai kitab. Beliau di karuniai 2 putri dengan putrid kiai kempek yaitu Nyai. Hj. Iin Muhsinah.
KH Ni’amillah Aqiel Siroj. Cerdas dan gaul. Kang Ni’am adalah kyai yang mudah bergaul dengan siapa saja. Sopan dan santun, tegas dan bijaksana. Beliau di percaya menjadi Kepala Madrasah KHAS Kempek dan Menjadi Ketua Umum Muhadhoroh MTM Pesantren Kempek. Beliau di karuniai 3 Putra-Putri dengan putri Kiai Buntet Yaitu Nyai. Hj. Titim Fatimah.
Kelima Putra Mbah Yai Aqiel Siroj banyak dijuluki oleh sebagian golongan dengan sebutan Pandawa Lima. Beliau-beliau inilah sang pendekar dari Pesantren Kempek, ulama–ulama yang dibutuhkan oleh umat, bangsa dan negara.

Minggu, 13 Januari 2013

santri mtm kempek


drum band munas kempek


seni angklung mtm kempek


munas kempek


hadroh al-mazaya mtm kempek


study banding ma khas kempek


profil ma khas kempek


ma khas kempek

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat (indigenous) pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya selalu mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya (survival system). Tidak sekedar itu, Pesantren memiliki model pendidikan yang multi aspek. Santri tidak hanya dididik menjadi seseorang yang mengerti ilmu agama, tetapi juga mendapat tempaan kepemimpinan yang alami, kemandirian, kesederhanaan, ketekunan, kebersamaan, kesetaraan serta sikap positif lainnya yang ditanamkan secara tidak disadari. Modal inilah yang diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang berkualitas dan mandiri yang merupakan bentuk partisipasi pesantren dalam mensukseskan tujuan pembangunan nasional sekaligus berperan aktif dalam mencerdaskan bangsa sesuai yang diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945.
Salah satu lembaga pondok pesantren yang telah lama berkiprah dalam mencerdaskan bangsa adalah Pondok Pesantren Kempek Kecematan Gempol Kabupaten Cirebon. Pondok Pesantren yang terletak kurang lebih 14 kilo meter arah barat kota Cirebon ini didirikan pada tahun 1908 oleh Mbah KH. Harun Putra pasangan KH. Abdul Jalil (Pekalongan) dengan Ny. Hj. Kamali (Kedongdong). Mbah KH. Harun adalah seorang ulama karismatis yang disegani keilmuannya terutama dalam penguasan Ilmu alat (Gramatika Bahasa Arab), Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf. Beliau sendiri sepanjang hidupnya membaktikan seluruh waktu dan tenaganya untuk mengajarkan santri-santri kedua ilmu tersebut dan ilmu-ilmu kitab kuning lain yang kelak menjadi ciri yang tidak bisa dipisahkan dari Pondok Pesantren Kempek. Setelah Mbah KH. Harun wafat ( 23 Maret 1935 ) Pimpinan pesantren dipegang oleh putra beliau yang tertua yakni KH. Yusuf Harun. Kepemimpinan Putra sulung Mbah KH. Harun ini berlangsung singkat, karena beliau keburu dipangil oleh Yang Kuasa menyusul Ayahanda tercinta. Kemudian setelah beliau meninggal, Pesantren diteruskan oleh adiknya KH. Umar Sholeh Harun dibantu oleh Saudara – saudaranya. Disaat inilah diperkenalkan pengajian baca Al Qur'an dengan pola khusus ala Kempekan. Pengajian baca Al Qur’an ala kempekan sampai saat ini juga merupakan keistimewaan Pesantren Kempek yang tidak ditemukan di pesantren lain.
Terdorong untuk lebih mengefektifkan sistem pembelajaran di lingkungan Pondok pesantren Kempek, maka pada tahun 1960 KH. Aqiel Siroj, menantu Mbah KH. Harun dari putrinya Ny H. Afifah, yang berasal dari Desa Gedongan Cirebon, mengadopsi sistem madrasah dengan mendirikan Majlis Tarbiyatul Mubtadiien (MTM). Dengan diadopsinya sistem madrasah, pengajian dijadikan berjenjang, dan setiap jenjang dinamai dengan nama kitab Nahwu yang dipelajari pada jenjang tersebut, mulai dari Awamil untuk tingkat pemula, kemudian dilanjutkan dengan jenjang Aj Jurumiyyah, kemudian Al Imrithi, kemudaian Mutammimah dan Alfiah sebagai jenjang yang terakhir. Berbagai disiplin lain pun diperkenalkan dalam sistem tersebut, meliputi Fiqh, Ushul Fiqh, Tauhid, Akhlaq, Hadist dan Tarikh. Sistem pendidikan baru ini melengkapi pendidikan yang sudah berjalan dan merupakan satu kesatuan system Pesantren Kempek yang tak terpisahkan.
Dalam perjalananan Pondok Pesantren Kempek, era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya arus informasi, sudah barang tentu membawa dampak yang cukup besar, baik positif maupun negatif. Sisi positif dari fenomena ini membawa kemajuan dan cakrawala berpikir yang semakin luas bagi suatu bangsa, namun dampak negatifnya limbah budaya asing bisa dengan mudah memasuki pola dan sikap hidup masyarakat religius sehingga dapat menurunkan martabat manusia. Disamping semakin terbukanya kompetisi dalam setiap lini kehidupan dan bagi yang tidak bisa mengembangkan potensi diri akan semakin sulit untuk bertahan hidup. Untuk mengantisipasi perkembangan ini, Pondok Pesantren Kempek mengambil langkah-langkah dan inovasi dalam system pendidikan di lingkungan pondok pesantren dengan tetap mempertahankan kesalafiyahannya. Hal ini sejalan dengan moto Pondok Pesantren, yaitu mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.
Dibawah prakarsa para Pengasuh Pesantren generasi ketiga dari putra-putra KH. Aqiel Siroj, (Buya H. Ja’far Aqiel Siradj, Prof. DR. KH. Said Aqiel Siroj, MA, KH. Moh. Musthofa Aqiel Siroj, KH. Ahsin Syifa Aqiel siroj, dan KH. Ni'amillah Aqiel Siroj) Majlis Tarbiyyatul Mubtadi’ien (MTM) Pondok Pesantren Kempek memperkenalkan sistem pendidikan formal ke dalam lingkungan Pesantren. Usaha mengadopsi pendidikan formal ini dimulai sejak Pondok Pesantren Kempek diproyeksikan oleh Departemen Agama RI sebagai salah satu Pesantren Salafiyah di Jawa Barat yang menjadi model dari pola penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun melalui Pondok Pesantren, yaitu, dengan didirikanya Madrasah Tsanawiyah Terbuka ( MTs T ) pada tahun 1995 - 1996. Sebagai badan yang menaungi program ini, didirikanlah Yayasan dengan nama Yayasan Kiyai Haji Aqiel Siradj (KHAS) Kempek pada bulan Mei 1995. Pada awal mulanya, prakarsa memperkenalkan pendidikan formal menuai kontroversi yang sengit dari para alumni dan simpatisan yang mengkhawatirkan ternodainya kemurnian kesalafiyahan Pondok Pesantren Kempek. Akan tetapi dengan berlalunya waktu dan setelah terbukti bahwa kehadiran lembaga formal tidaklah mengikis kesalafiyahan Pondok Pesantren Kempek, bahkan meningkatkan kembali animo masyarakat untuk memesantrenkan anak-anak mereka di Pondok Pesantren Kempek, kontroversi itu pun perlahan-lahan mulai surut bahkan justru suara-suara dukungan yang semakin terdengar dan membahana.
Mengalirnya dukungan masyarakat ini yang lima tahun kemudian mendorong Madrasah Tsanawiyah Terbuka dirubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Reguler dengan nama Madrasah Tsanawiyah Swasta Kiyai Haji Aqiel Siradj (MTsS KHAS) Kempek. Disamping karena kebijakan Departemen Agama RI untuk tidak melanjutkan lagi Program Madrasah Tsanawiyah Terbuka. Dengan terbitnya SK Kanwil nomor: Wi/I/PP.00.5/1995/2002 tertanggal 5 Agustus 2002, Pondok Pesantren Kempek telah secara resmi mengadopsi sistem pendidikan formal secara penuh dan konsekuen. Akan tetapi, sebagai bentuk komitmen Pengasuh pesantren untuk tetap menomorsatukan pengajian yang merupakan ciri keunggulan Pondok Pesantren Kempek, maka waktu belajar MTs KHAS kempek ditetapakan pada siang hari mulai jam 12.45 setelah Dhuhur sampai jam 5.30 sore hari, sedangkan untuk pagi harinya diperuntukan untuk kegiatan pendidikan pengajian kitab-kitab kuning.
Karena tuntutan masyarakat pula, dan demi menampung lulusan MTs KHAS yang mayoritasnya masih berkeinginan melanjutkan mengaji di Pondok Pesantren, maka satu tahun kemudian didirikanlah Madrasah Aliyah dengan nama Madrasah Aliyah (MA) KHAS Kempek. Dengan turunnya SK. Kanwil Depag Prop. Jawa Barat No. Wi/I/PP.00.6/5999/2003, tanggal 30 September 2003 tentang pendirian Madrasah Aliyah KHAS Kempek, MA KHAS telah diakui secara kelembagan. Salah satu bukti animo masyarakat yang tinggi, pada tahun pertama, meskipun dengan fasilitas fisik yang serba kurang, MA KHAS mempunyai 3 rombongan belajar dengan 165 jumlah siswa yang terdaftar, 117 siswa dan 48 siswi.
Dalam lima tahun terakhir ini, MA KHAS Kempek secara kelembagaan telah mengalami perkembangan yang mendasar. Hal ini disebabkan beberapa faktor: pertama, besarnya animo masyarakat untuk mempercayakan pendidikan anak-anak mereka ke pendidikan Islam yang berbasis pesantren seperti MA KHAS. Hal ini dibarengi dengan semakin besarnya tuntutan mereka agar Madrasah mampu memberikan kontribusi yang lebih bermakna terhadap pembangunan kedepan, kedua, adanya cara pandang baru terhadap bagaimana seyogyanya umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia dapat meningkatkan peran dan kiprahnya dalam pembangunan nasional. Terlebih lagi, dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta peraturan pemerintah sebagai pelaksanaannya yang menegaskan bahwa Madrasah Aliyah / MA merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah setara dengan Sekolah Menengah Atas. Hal ini tentunya mempunyai implikasi yang luas terhadap perlunya penyesuaian dalam berbagai bidang mulai dari kurikulum, tenaga pendidikan, fasilitas dan bahkan sikap masyarakat dan penyelenggara pendidikan, serta diharapkan MA dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, mampu bersaing untuk memasuki jenjang Perguruan Tinggi, dan mampu berkiprah dalam kehidupan masyarakat yang senantiasa berkembang.

Jumat, 19 Oktober 2012

andai aku menjadi ketua kpk

andaikan aku menjadi ketua kpk maka akan ada hukuman tegas buat para koruptor seperti yang telag di musyawarahkan oleh ulama seluruh indonesia sebagai berikut:
Politik dan Persoalan Korupsi

Upaya-upaya penanggulangan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum berjalan dengan baik, karena aparatur yang bertugas untuk itu yaitu kepolisian dan kejaksaan, tidak menunjukkan keseriusan. Ketidakseriusan ini hanya dapat diatasi oleh lembaga yang berada di atas keduanya, yaitu Presiden. Presiden juga harus bertindak tegas terhadap aparat pemerintahan di bawahnya yang terlibat korupsi.

Rekomendasi :

1. Presiden harus segera menggunakan kewenangannya secara penuh dan tanpa tebang pilih atas upaya-upaya penanggulangan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah, utamanya terkait dengan aparat pemerintahan yang terlibat korupsi.

2. Masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya.

Kamis, 23 Februari 2012


Akhir Wasiat Nabi Muhammad saw Kepada Umatnya
Senin, 18 Januari 2010


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمِنْبَرَ وَكَانَ آخِرَ مَجْلِسٍ جَلَسَهُ مُتَعَطِّفًا مِلْحَفَةً عَلَى مَنْكِبَيْهِ قَدْ عَصَبَ رَأْسَهُ بِعِصَابَةٍ دَسِمَةٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ إِلَيّ َ، فَثَابُوْا إِلَيْهِ ثُمَّ قاَلَ : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ هَذَا الْحَيَّ مِنَ اْلأَنْصَارِ يَقِلُّوْنَ وَيَكْثُرُ النَّاسُ فَمَنْ وَلِيَ شَيْئًا مِنْ أُمَّةٍ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عََلَيْهِ وَسَلَّمَ فاَسْتَطَاعَ أَنْ يَضُرَّ فِيْهِ أَحَدًا أَوْ يَنْفَعَ فِيْهِ أَحَدًا فَلْيَقْبَلْ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيِّهِمْ .
( صحيح البخاري )
Dari Ibn Abbas radhiyallahu ;anhuma berkata : Nabi saw naik ke mimbar beliau saw, dan itu adalah majelis terakhir beliau saw sebelum wafat, beliau berselimut dg kain tebal dilibatkan pd kedua pundak beliau saw, dan kepalanya diikat dg kain berminyak dan menghitam sebab obat, lalu beliau mungucap Hamdalah dan memuji Allah swt, lalu bersabda : “wahai kalian, kemarilah padaku kesemua kalian”, maka para sahabat berdesakan kepada beliau saw, lalu beliau bersabda : “Amma Ba;du, sungguh wilayah ini adalah wilayah Anshar, dan mereka akan semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak, maka siapapun pemimpin dari Ummat Muhammad saw yg bisa membawa keburukan pada seseorang (kaum), dan bermanfaat bagi orang (kaum) lainnya, maka terimalah kebaikannya dan maafkan kesalahannya” (Shahih Bukhari)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجمَعِ اْلكَرِيْمِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْجَلْسَةِ اْلعَظِيْمَةِ...
Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata'ala Yang selalu bersama kita , Yang telah berfirman :
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
( الحديد : 4 )
" Dan Dia ( Allah ) bersama kamu dimana pun kamu berada , dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan " ( QS. Al Hadid : 4 )
Ia selalu bersama kalian dimanapun kalian berada , menghibur mereka yang ingin bertobat bahwa dia bersama Allah , memberi teguran kepada para pendosa bahwa mereka dilihat Allah , memberi hiburan kelembutan dan kasih sayang bagi yang beribadah bahwa ia bersama Allah , demikian jawaban Ilahi untuk semua jenis sanubari dan pemikiran bahwa Allah bersama kalian dimanapun kalian berada dan dalam keadaan apapun , baik dalam gelombang fikiran kegelapan atau keluhuran , Ia dekat dengan kita , bisa menimpakan musibah dan bisa menjauhkan musibah , bisa melimpahkan anugerah atau menyingkirkan anugerah . Maka beruntunglah mereka yang meminta , yang selalu menjawab seruan-Nya , yang selalu menjawab dengan Labbaikallahumma labbaik , ku datang kepada-Mu wahai Rabbi.. menyambut kelembutan dan kasih sayang-Mu , yang dengan itu alam semesta menyambutnya sebagai hamba yang dimuliakan Allah , jika dia telah dimuliakan Allah maka alam semesta dikenalkan untuk mengenal namanya , demikian riwayat Shahih Al Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ .
( رواه البخاري )
" Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata : “ Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “ Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini .” ( Shahih Al Bukhari)
Maka orang yang mau mencintai Allah dan menyayangi Allah berarti ia telah dicintai Allah karena ia tidak bisa mencintai Allah kecuali ia telah disetujui oleh Allah . Jika ia merindukan Allah berarti Allah juga telah rindu kepadanya sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsy :
إِذَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا
" apa bila hamba-Ku mendekatkan dirinya satu jengkal kepada-Ku , niscaya Aku mendekat kepadanya satu hasta "
Setiap kali kita rindu kepada Allah , maka Allah lebih rindu kepada kita . Jika kita ingin dekat dengan Allah , maka Allah lebih ingin dekat dengan kita , jika kita memohon pengampunan kepada Allah , belum selesai kesungguhan permohonan kita untuk diampuni tapi Allah telah mengampuni kita , demikian agungnya Sang Maha Pengampun Yang tidak membutuhkan panjangnya lisan untuk menyampaikan ucapan , dengan sekejap Allah melihat getaran jiwamu yang ingin kembali kepada-Nya yang ingin dekat kepada-Nya , maka kejap itu telah merubah sedemikian banyak ketentuan burukmu di masa mendatang .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketentuan Allah itu lebih cepat dari kedipan mata , maka beribu juta ketentuan berubah dalam kehidupan kita , betapa meruginya mereka yang terus menuruti keinginannya untuk semakin jauh dari Allah , berapa ribu juta kejadian buruk yang akan berubah mengarah kepadanya , dan berapa banyak kejadian baik yang akan menjauh darinya karena ia menjauh dari Yang Maha memiliki kebaikan , karena ia menjauh dari Yang Maha memiliki anugerah dan ia mendekat kepada kemurkaan-Nya .
Hadirin hadirat , maka mendekatlah dan sampailah kepada pintu kelembutan , aku dan kalian di malam hari ini dihadirkan karena rindu dengan kelembutan-Nya , kita telah diberi kesempatan hadir dan kita telah berada dalam payung kelembutan-Nya , jangan lemparkan fikiran kita keluar dalam kehinaan tetapkan di dalam payung cahaya kelembutan Ilahi , dan jangan berhenti berdoa sebab mereka ahlul ma'rifah billah berdoa dan beristighfar untuk setiap nafasnya yang tidak rindu kepada Allah . " Ya Allah ampuni dosa-dosaku , ampuni nafas-nafasku yang tidak rindu kepada-Mu di masa lalu " , demikian keadaan mereka . Dimana keadaanku dan keadaan kalian , di mana shalatku dan shalat kalian ?! . Mereka ketika melakukan sujud maka sanubarinya dipenuhi cahaya sujud , mereka ruku' jiwanya dipenuhi dengan cahaya ruku' , mereka mengucapkan :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
" Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya "
Lalu membaca doa setelah ruku' :
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ .
" Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak , yang baik dan penuh dengan berkah , (Aku memuji-Mu dengan) pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi , sepenuh apa yang di antara keduanya , sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu "
Kita bisa bayangkan bagaimana balasan Allah terhadap ucapan itu , balasannya sepuluh kali lebih besar dari ucapan itu hingga 700 kali lipat , salahkah jika kita mengucapkannya satu atau dua detik dan mendalami maknanya ?! . Dan didalam sujud kita mngucapkan :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلَأعْلَى وَبِحَمْدِهِ
" Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi "
Betapa tingginya keagungan nama Allah Yang Maha Tinggi , Alam semesta beserta isinya tidak menyamai keagungan nama Allah Yang Maha Tinggi , kita mendapatkan pahalanya dan dikalikan 10 hingga dikalikan 700 , kalau shalat berjama'ah maka dikalikan 27 , jika memakai siwak dikalikan 70 , MasyaAllah!!! Wahai Yang Maha Dermawan kedermawanan-Mu tidak tertahan , Wahai Yang Maha Baik kelembutan-Mu dan kebaikan-Mu terus berlimpah , namun beri kami kesadaran betapa indahnya Engkau wahai Allah , jiwa ini sering lupa dan terpejam dari hal-hal yang luhur .
Hadirin hadirat ynag dimuliakan Allah
Sampailah kita pada malam hari ini dalam tuntunan mulia sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , orang yang paling berlemah lembut diantara semua makhluk Allah . Tidak ada satu makhluk pun yang lebih berkasih sayang lebih dari sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , sebagaiman firman Allah :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
( القلم : 4 )
" Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur " . ( QS. Al Qalam : 4 )
Dan beliau itu adalah nabi yang rauuf ar raahim , dan tidak diberikan gelar itu kepada makhluk lainnya kecuali nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa pada kitab Taurat dijelaskan tentang sifat-sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
لاَ يَدْفَعُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ وَلَكِنْ يَعْفُوْ وَيَصْفَحُ
" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak membalas kejahatan dengan kejahatan , tetapi memaafkan dan mengampuni " .
Ini salah satu ciri-ciri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , dan semoga ciri-ciri itu kita warisi pula . Ya Allah penuhi jiwa kami dengan jiwa pemaaf , penuhi jiwa kami dengan jiwa yang selalu ingin mengampuni , yang dengan itu Kau penuhi hari-hari kami dengan cahaya pengampunan-Mu , Ya Rabbi . Dan dijelaskan pula di dalam Taurat :
وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللهُ تَعَالَى حَتَّى يُقِيْمَ بِهِ الْمِلَّةُ اْلعَوْجَاء بِأَنْ يَقُوْلُوْا لَا إِلهَ إِلَّا الله وَيَفْتَحُ بِهَا أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمََّا وَقُلُوْبًا غُلْفًا .
" Allah tidak akan mewafatkannya sampai ditegakkan agama yang telah diselewengkan sehingga mereka berkata " Laa ilaaha illallah " dan dengan itu akan membuka mata yang buta , membuka telinga yang tuli dan membuka hati yang gelap dan mati "
Demikian riwayat Shahih Al Bukhari bahwa di dalam Taurat dijelaskan tentang sifat-sifat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ; beliau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan , tetapi memaafkan dan mengampuni , dan beliau tidak akan wafat sampai beliau menegakkan Aqidah yang telah diselewengkan , sampai manusia mengenal kalimat " Laa ilaaha illallah " . Dan tuntunan nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam membuka mata yang buta , membuka telinga yang tuli dan membuka hati yang gelap dan mati . Hadirin hadirat , bukan berarti orang yang buta matanya akan bisa melihat dengan tuntunan , tentunya bukan itu maksudnya . Yang dimaksud adalah , ketika seseorang telah sampai kepadanya tuntunan Sang Nabi maka ia akan melihat hal-hal yang dimuliakan Allah , hal-hal yang dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala . Ketika ia melihat kenikmatan maka ia bersyukur , ketika ia melihat musibah maka ia berdoa . Demikian indah penglihatannya , terbuka penglihatannya kepada keluhuran sehingga sampailah ia kepada derajat ahlul ihsan , yaitu :
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
" Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu ."
Orang seperti ini yang dimaksudkan adalah orang yang buta menjadi melihat bahwa alam semesta ini ada pemiliknya , barat dan timur ini ada pemiliknya , penglihatannya ada yang menciptanya hingga ia mengenal Allah , dan ia senang mendengar hal-hal yang mulia . Berbeda di telinganya antara mendengar nama Allah dengan mendengar nama makhluk . Ia asyik jika mendengar nama Allah , ia kurang senang mendengar nama selain Allah , jika senang mendengar nama yang lain tapi jika mendengar nama Allah disebut maka bergetar hatinya dengan khusyu'. Demikian keadaan telinga yang dibuka oleh tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Mereka yang asyik mendengar gemuruh nama Allah disebut , sungguh mereka itulah orang-orang yang diqiyaskan di dalam Taurat dalam riwayat Shahih Al Bukhari , bahwa telinga yang tuli itu terbuka hingga bisa membedakan antara nama Allah dengan nama makhluk , berbeda bagi mereka ketika nama Allah yang disebut .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Nabi Isa bin Maryam As ketika ia melihat seorang pencuri kemudian ia berkata kepada pencuri itu : " Kau telah mencuri " , dan pencuri itu berkata " tidak " , maka nabi Isa berkata : " sungguh aku telah melihat dengan mataku sendiri bahwa kau telah mencuri " , orang itu berkata : " Demi Allah , aku tidak mencuri " , kemudian nabi Isa berkata : " shadaqallahu wa kazabat 'ainii / Allah Yang Maha benar dan mataku yang dusta " . Tidak mau ia berbenturan dengan nama Allah , matanya tidak mau diadu dengan nama Allah .
Oleh sebab itu dalam syariat harus dua orang saksi yang melihat tidak boleh hanya satu orang saja . Dalam sebuah riwayat yang tsiqah di dalam Ma'jam Al Kabir dan di dalam riwayat yang tsiqah lainnya , ketika Allah subhanahu wata'ala memberikan ujian kepada nabi Khidhir dengan keagungan nama-Nya hingga suatu saat datang seseorang kepadanya dan meminta shadaqah kepadanya maka ia berkata : " Aku tidak memiliki apa-apa untuk dishadaqahkan " , maka orang itu berkata : " As-aluka billah , aku meminta kepadamu dengan nama Allah " , maka nabi Khidir berkata : " Jika kau telah menyebut nama Allah , aku tidak bisa mengatakan kata " Tidak " lagi , memang aku tidak memiliki apa-apa maka juallah diriku sebagai budak , karena diriku tidak ada artinya dibanding dengan nama Allah subhanahu wata'ala " . Maka orang itu berkata : " kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu ? " , maka nabi Khidir berkata : " iya aku sungguh-sungguh , juallah diriku karena diriku tidak berarti apa-apa dibanding dengan nama Allah dan kau meminta dengan nama Allah " , maka ia pun membawa dan menjualnya sebagai budak , dan dibeli oleh seseorang kemudian orang itu membawa budaknya yaitu nabi Khidir AS ke rumahnya . Tetapi ia tidak diperintah oleh tuannya sampai beberapa hari , maka nabi Khidir bertanya kepada orang yang membelinya : " wahai tuan , kau telah membeliku dan aku telah menjadi budakmu tapi mengapa kau tidak memerintah aku ? " , maka tuannya berkata : " Kau ini sepertinya orang yang sangat berwibawa sehingga aku tidak berani memerintahmu , jangan-jangan kau ini adalah raja karena kau begitu berwibawa bukan seperti budak " , maka nabi Khidhir berkata : " perintahlah aku " , maka tuan itu berkata : " baiklah kalau kau mau membantu aku, disana ada beberapa bongkahan batu seperti gunung kalau bisa tolong pindahkan batu itu ke tempat lain semampumu saja , aku mau berangkat ke pasar sebentar" . Setelah tuannya pulang dari pasar , semua batu telah dipindahkan ke tempat yang diinginkan . Maka ia berkata : " wahai budakku , kau ini siapa , pekerjaan ini meskipun dikerjakan oleh sepuluh orang belum akan selesai dalam tiga hari , tapi kau mengerjakannya sendiri " , maka nabi Khidir berkata : " Dengan izin Allah " . Maka tuannya berkata : " Baiklah kalau begitu , aku dan keluargaku akan pergi ke luar kota dan rumahku akan direnovasi , maka engkau bantulah semampumu , besok aku pulang " . Setelah ia berangkat dan pulang keesokan harinya , ia mendapati rumahnya telah rapi dan selesai direnovasi . Maka tuannya berkata : " jika aku kumpulkan para kuli bangunan untuk merenovasinya maka tidak akan selesai dalam puluhan hari , tapi kau selesaikan dalam satu malam " , maka nabi Khidir berkata : " dengan izin Allah " . Maka tuan itu berkata : " sekarang jawab dengan jujur kau ini siapa ? " , nabi Khidir menjawab : " Aku hamba Allah " , tuannya pun bertanya lagi dan nabi Khidir menjawab : " aku ini tidak lebih dari hamba Allah " , maka sang tuan berkata lagi : " Aku bertanya kepadamu demi keagungan nama Allah , siapa engkau ? " , maka ia berkata : " Aku Khidir Nabiyyullah " , maka orang itu pun bersimpuh mencium kaki dan lutut nabi Khidir seraya berkata : " wahai nabi Allah , limpahkan bala' kepadaku , agar jangan sampai aku di azab Allah di akhirat karena aku telah memperbudak seorang nabi " , maka nabi Khidir berkata : " Tidak , engkau tidak salah , kau tidak memperbudak seorang Nabi karena kau tidak tau " , maka ia berkata : " Wahai nabi Allah apa yang engkau mau ? " , nabi Khidir berkata : " Kalau engkau mau bebaskanlah aku agar aku bebas beribadah " , maka tuan itupun berkata : " Kau telah aku bebaskan wahai Nabi Khidir " . Maka nabi Khidir berkata : " Maha Suci Allah yang membuat aku terperbudak karena nama-Nya dan terbebaskan karena nama-Nya . Demikian keadaan orang-orang yang mengagungkan nama Allah subhanahu wata'ala .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada ucapan sang Nabi tadi , hingga terbuka mata dari kebutaannya , semua manusia yang tidak mengetahui iman dan kemuliaan Allah maka ia tergolong orang buta di hari kiamat . Semua orang yang tidak mendengar dan tidak bisa membedakan nama Allah dengan nama makhluk-Nya maka ia adalah orang yang tuli di hari kiamat , jiwa yang tidak mengenal keagungan nama Allah . Bagaimana dengan jiwaku dan jiwa kalian ? sinarilah jiwa kami dengan cahaya-Mu wahai Rabby , jangan Engkau jadikan kami berkumpul dengan kelompok orang-orang yang hatinya gelap , tapi jadikanlah kami orang yang memiliki hati yang selalu bercahaya , Ya Rahman Ya Rahim .
Sampailah kita pada hadits agung sayyidina nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , inilah khutbah terakhir beliau sebelum wafat , majelis beliau yang terakhir sebelum beliau wafat . Beliau keluar dalam keadaan demam berat setelah beberapa hari tidak keluar , dan disebutkan dalam hadits yang kita baca tadi bahwa kepalanya diikat dengan kain hingga menghitam karena banyaknya obat dipakaikan di kain yang diikatkan di kepala beliau karena sakit kepalanya yang dahsyat , dan beliau dalam hari-hari terakhir mencapai sakaratul maut , beliau menutup dirinya dengan rida' ( sorban ) dengan gemetar beliau naik ke atas mimbar dan berdiri seraya berkata : " Wahai manusia kemarilah berkumpul kepadaku " , maka para sahabat berdesakan ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau berkata dalam kalimat-kalimat yang menjadi khutbah terakhir sang nabi : " bahwa ketahuilah akan datang waktunya nanti dimana Anshar akan semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak , maka siapa pun yang menjadi pemimpin dari ummat Muhammad , jika ia memiliki aib , atau kesalahan pada seseorang tapi memiliki kebaikan pada orang lainnya , dalam riwayat lain ia memiliki kesalahan pada suatu kelompok orang tapi memiliki kebaikan pada kelompok lainnya , maka maafkan kesalahannya dan terima kebaikannya " , inilah akhir ucapan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , dan beberapa hari kemudian beliau saw wafat . Inilah akhir wasiat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada kita ,
Jadi jelaslah jika ada ummat nabi Muhammad yang memimpin kita baik dia RT , RW , Lurah , atau siapapun selama dia muslim ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , maka Rasul telah berwasiat untuk menghormati mereka karena mereka adalah ummat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Terimalah kebaikannya dan maafkanlah kesalahannya , kalau ada yang salah tentu benahi dengan cara yang baik , inilah akhir wasiat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam disaat beliau dalam keadaan gemetar mencapai akhir-akhir sakaratul maut . Dan dalam khutbah di dalam riwayat lainnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata :
سَتَرَوْنَ بَعْدِيْ أَثْرَةً فَاصْبِرُوْا حَتَّى تَلْقَوْنِيْ عَلَى الْحَوْضِ
" Kalian akan berjumpa dengan hal yang tidak kalian sukai , maka bersabarlah sampai kalian berjumpa denganku di telaga haudh "
Hadirin hadirat , inilah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam idolaku dan idola kalian .Ketika di akhir hidupnya demikian wasiat-wasiat beliau yaitu agar tidak berpecah belah antara rakyat dengan pemimpinnya , tidak saling hantam antara rakyat dengan pemimpinnya karena akan membuat orang kafir tertawa melihat muslimin saling hantam satu sama lain . Tidak perlu kita yang menghancurkan , tetapi merekalah yang akan hancur sendiri . Maka tenanglah dan damailah , sejukkan hatimu dan jangan terjun kepada hal-hal yang membawa kerusakan dan perpecahan muslimin .
Biarkan mereka yang bertanggungjawab melaksanakan tanggungjawabnya , yang memiliki tugas menjalankan tugasnya . Dan tugas kita adalah menenangkan bangsa demi menenangkan hati sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Selama ummat Muhammad yang memimpin , maka kita maafkan kesalahannya dan kita terima kebaikannya , bukan karena orang itu , tapi karena cinta kita kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketika sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra , orang yang sangat mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat lainnya sangat terkejut dengan wasiat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ini ,
Diantara bentuk cinta mereka adalah sayyidina Zaid bin Haritsah orang yang sangat mencintai Rasul , dia tidak mau memilih yang lain kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai idolanya , tidak ada selain nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Sayyidina Zaid bin Haritsah ikut nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .. Maka Zaid bin Haritsah diberikan pilihan : " Wahai Zaid lalu engkau mau kemana , maka Zaid berkata : " Ya Rasulullah aku tidak memilih orang selainmu , maka jangan kau suruh aku untuk memilih orang selainmu wahai nabi , jangan sesekali kau meminta aku untuk memilih orang lain selainmu !" .
Demikian indahnya sayyidina Zaid bin Haritsah RA , demikian indahnya cinta mereka kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Dimana derajat mereka di hari kiamat kelak , beruntung orang yang jiwanya bersama mereka . Semoga aku dan kalian kelak di hari kiamat berkumpul bersama mereka , orang-orang yang tidak mau memilih yang lain untuk cintanya kepada makhluk Allah lebih daripada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Wahai Allah jangan pilihkan bagi kami kekasih lebih dari sayyidina nabi Muhammad . Kita memiliki banyak kekasih , ada ayah bunda , istri , suami , anak , kerabat , teman dan lainnya tetapi jangan satupun melebihi cinta kita kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , idola kita tercinta . Sejahat-jahat kami , seburuk-buruk kami , sebanyak-banyak dosa kami perbuat tapi sungguh demi Allah idola kami tetap sayyidina Muhammad shallallahu 'alihi wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Cintanya para sahabat kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengalir kepada Ahlu bait Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , sehingga sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra berkata :
اُرْقُبُوْا مُحَمَّدًا فِيْ أَهْلِهِ
" Jagalah ( muliakanlah / peliharalah ) Muhammad mengenai ahlu baitnya " (shahih Bukhari)
Demikian perintah Abu Bakr As Shiddiq , dan beliau berkata dalam riwayat Shahih Al Bukhari : " Aku lebih suka menyambung silaturrahmi dengan ahlu bait Rasulullah daripada dengan kerabatku sendiri " . Karena cintanya kepada nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , cintanya mengalir pada ahlu bait Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memuliakan beliau dengan kemuliaan besar . Kita lihat bagaimana Allah memuliakan para shiddiqin , diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah berdiri di atas gunung Uhud dan gunung itu berguncang , maka Rasul berkata :
اُثْبُتْ أُحُد فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيْقٌ وَشَهِيْدَانِ
" Tenanglah wahai Uhud sesungguhnya di atasmu ada nabi , shiddiq , dan dua orang syahid "
Mengapa Rasul tidak mengatakan " di atasmu ada Nabi dan ada Abu Bakr " , tetapi beliau mengatakan As Shiddiq dan dua orang yang akan mati syahid . Hal ini menunjukkan bukan hanya Abu Bakr As Shiddiq Ra saja yang bisa menenangkan goncangan gunung atau gempa bumi menjadi tenang . Rasul telah memerintahkan kepada gunung untuk tenang ketika diinjak oleh nabi atau As Shiddiq atau orang mati syahid , hal ini telah diperintah oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam . As Shiddiq bukan hanya sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra saja . As Shiddiq adalah orang yang bersungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah , para shalihin , para wali Allah , dan para Ulama' yang shalih yang menjalankan sunnah sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , merekalah para shiddiqin .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Gunung tidak pantas berguncang jika ada di atasnya orang yang As Shiddiq atau dua orang yang mati syahid , demikian sabda nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Maka bala' dan musibah akan jauh dari keberadaan para shalihin , shiddiqin dan para muqarrabin .
Inilah rahasia kemuliaan tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , dan tentunya kita tidak lupa pada belahan jiwa sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , sayyidatuna Fathimah Az Zahra' . Dimana saat-saat terakhir setelah Rasulullah berkhutbah dan masuk ke rumahnya lalu memanggil sayyidah Fathimah Ra (Shahih Bukhari) seraya berkata : " Wahai anakku Fathimah , aku mohon izin untuk wafat " maka menangislah sayyidatuna Fathimah dan setalah itu dia tersenyum , maka sayyidatuna Aisyah yang melihat dari kejauhan heran dan bertanya-tanya .
Setelah sayyidatuna Fathimah keluar maka sayyidah Aisyah bertanya : " Apa yang telah dikatakan nabi sehingga kau menangis kemudian tersenyum ? " maka sayyidah Fathimah berkata : " Aku tidak diizinkan bicara sampai nabi telah wafat " . Maka setelah nabi wafat , Sayyidah Aisyah bertanya kepada sayyidah Fathimah apa yang telah dikatakan Rasul ketika itu kepadamu wahai Fathimah , maka sayyidah Fathimah berkata : " Waktu itu Rasul meminta izin kepadaku bahwa beliau akan wafat dan meninggalkanku , maka aku menangis , lalu Rasul berkata : " kau adalah orang pertama yang akan menyusulku , wahai Fathimah kau adalah pemimpin seluruh wanita di sorga " , maka sayyidatuna Fathimah tersenyum . Sayyidatuna Fathimah menangis lalu tersenyum , bukan senyum karena bahagia menjadi wanita yang paling mulia , tetapi karena menjadi kebanggaan ayahnya . Ayahnya bangga sebab ia menjadi pemimpin wanita di surga , maka gembira sayyidatuna Fathimah dan gembira karena akan cepat menyusul ayahnya dan tidak akan lama berpisah , demikian sang ayah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang bersabda :
فاَطِمَة بِضْعَةٌ مِنِّيْ فمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِيْ
" Fathimah adalah belahan jiwaku , maka siapa yang membuatnya murka maka ia telah membuat aku murka " (shahih Bukhari)
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tentunya kita memahami satu riwayat tsiqah dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersujud di Ka'bah sebelum Fath Makkah , ketika itu para kuffar qurays menumpahkan kotoran onta di pundak beliau dan ketika itu beliau tidak bergerak dari sujudnya , maka sayyidatuna Fathimah keluar dari rumah ketika melihat ayahnya dilempari kotoran onta , kemudian ia mendudukkan ayahnya dan membersihkan kotoran itu dari tubuh ayahnya sambil menangis , maka berkatalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : " Ishbirii ya fathimah / sabarlah wahai fathimah " .
Kita melihat betapa lemahnya keadaan putri Rasulullah di saat itu yang menangisi ayahnya , namun kelak di hari kiamat Rasul telah bersabda ketika semua orang kebingungan dalam desakan mahsyar dan semua orang diperintahkan untuk melintasi shirat ( jembatan ) , yang jembatan itu sangatlah kecil dan berjatuhan orang-orang ke dalam neraka , kait-kait dari neraka langsung mengambil para pendosa dan menjatuhkannya dari jembatan itu , disaat itu diperintahkan untuk melintasi shirat maka semua orang mundur tidak berani untuk melintasi shirat , maka disaat itu terdengar suara :
ياَ أَهْلَ الْجَمْعِ نَكسُوْا رُؤُوْسَكُمْ وَغُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ حَتَّى تَمُرَّ فاَطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ عَلَى الصِّرَاطِ
" Wahai yang berkumpul di mahsyar tundukkan kepala kalian , dan tundukkan pandangan kalian sampai Fathimah putri Muhammad melintas di shirat "
Semua orang menundukkan kepala sebagai penghormatan untuk melintasnya putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , sayyidatuna Fathimah Az Zahra' Ra . Demikian mulianya putri Rasul shallallahu 'alaihi wasallam walaupun di dunia sepertinya tiada berdaya yang membersihkan kotoran onta sambil menangis , dan di waktu yang lain dalam riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada salah satu penduduk Anshar karena tiga hari tidak makan , maka ia makan sedikit dan beliau berkata : " tolong bungkus untuk Fathimah , karena fathimah dua hari juga belum makan " .
Demikian keadaannya di dunia , tetapi di akhirah seluruh manusia mendengar siapa Fathimah Az Zahra' , semua kepala tunduk menghormati sayyidatuna Fathimah Az Zahra' RA . Semoga aku dan kalian bersama sayyidatuna Fathimah , bersama ayah sayyidah Fathimah, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , Ya Rahman Ya Rahim .
Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah muliakan hari-hari kita dengan keluhuran , semoga Allah damaikan jiwa kita , damaikan wilayah kita , damaikan bangsa kita , dan menjauhkan bencana dari kita Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzatthawli wal in'aam . Hadirin hadirat , seluruh nama Yang Maha Luhur dan Maha Agung , ingatlah bahwa kita semua akan wafat meninggalkan semua yang kita lihat dan kita dengar dan setelah itu ruh akan berkumpul dengan siapa ? , semoga bersama dengan muhajirin dan Anshar , bersama para ulama , bersama ahlu bait Rasulullah , bersama sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Di hari kiamat ruh bersama siapa ? jika dipanggil kelompok pezina berdiri dengan kelompoknya , kelompok pencuri berdiri dengan kelompoknya , kelompok pengumpat berdiri dengan kelompoknya , maka disaat itu nama kita dipanggil di kelompok mana ? , semoga kita berada di kelompok orang yang merindukan Rasulullah sehingga wajah kita pun berdiri di saat itu , ketika dipanggil kelompok ahlus sujud terlihat wajah kita berdiri dalam kelompok ahlus sujud , ketika dipanggil kelompok orang-orang yang rindu pada Allah maka wajah kita juga terlihat dalm kelompok yang rindu kepada Allah , Amin Ya Rabbal 'Alamin . Rabbi .. benahi hari-hari kami , benahi keadaan kami . Masing-masing diantara kami mempunyai masalah atau kesusahan yang hingga malam ini belum terselesaikan , maka pastikan penyelesaiannya Ya Allah , baik itu masalah dunia dan masalah akhirah , masalah dunia dan masalah dosa , kepada siapa kami mengadu kalau bukan kepada-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim..
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا...
Katakanlah bersama-sama..
يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لاَإلهَ إِلاَّ الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ مِنَ اْلأَمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sekaligus saya menyampaikan terimakasih atas perhatian dan suksesnya acara-acara besar kita dengan keberadaan guru mulia kita di beberapa minggu yang lalu , suksesnya acara Senayan dan acara Monas berkat partisipasi hadirin hadirat sekalian . Alhamdulillah hal itu sangat memuaskan dan menggembirakan beliau , terus memuji jama'ah dan majelis kita , setiap kali beliau melihat ada yang memakai jaket hitam beliau membuka kaca mobil dan berkata : " ini jama'ah Majelis Rasulullah " , beliau bangga dengan majelis ini , dan hal itu sungguh merupakan kegembiraan bagi kita dan cita-cita kita bisa membuat beliau bangga , semoga dengan itu bangga pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam .
Meskipun di awal beliau sedih ketika sampai di Bandara , melihat Indonesia penuh dengan kemunkaran dan kerusakan , banyak wanita yang membuka aurat , pria yang menghindar dari hal-hal yang mulia , namun ketika beliau melihat jaket-jaket hitam yang berlambang masjid Nabawy dengan tulisan Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , beliau gembira karena hal itu adalah syiar besar , Alhamdulillah acara di Senayan dan Monas jamaah sedemikian banyaknya hingga tidak bisa lagi diprediksi jumlahnya .
InsyaAllah kita akan berkumpul kembali sebagaimana yang telah kita sampaikan kepada beliau yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal bertepatan dengan tanggal 26 Februari 2010 yang akan datang di Monas , InsyaAllah . Tidak jadi di Gelora Bung Karno karena bertepatan dengan hari Jum'at , kita khawatir jika jama'ah yang terakhir keluar akan sulit mencapai ke Masjid untuk shalat Jum'at . Kalau di Monas kita dekat dengan Istiqlal , dan mungkin acara akan dimulai sangat pagi sekitar jam 07.00 atau 07.30 sehingga sebelum panas acara sudah selesai .
Walaupun guru mulia tidak bisa hadir pada acara tersebut , namun doa dan dukungan beliau hadir , dan kehadiran kita membawa kesenangan bagi beliau dan semoga acara itu menjadi hadiah besar bagi sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Dan sampai saat ini guru mulia belum sampai di Tarim Yaman , beliau masih terus berputar di sekitar Kanada , Spanyol , Belgia , Perancis dan lainnya terus menyampaikan dakwah kedamaian sayyidina Muhammad di negara-negara Eropa dan beliau akan kembali ke Tarim kota tempat beliau tinggal hanya 3 hari pada tanggal 4,5,dan 6 Februari kemudian melanjutkan lagi perjalanannya ke Nairobi di Afrika dan lainnya untuk melanjutkan dakwahnya .
Ya Allah…semoga Allah berikan kekuatan kepada beliau , beliau lelah di Indonesia dan lelah di semua negara , ingin tenang beribadah namun terus terganggu dengan ummat , maka berilah beliau ketenangan dan kekuatan Ya Rahman Ya Rahim . Dan jadikan kita semua selalu bersama beliau dan selalu mencintai beliau dunia dan akhirah , Amin Allahumma Amin . Kita teruskan acara kita dengan mengenang kembali indahnya Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , dan ingatlah wasiat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bahwa pemimpin yang muslim jika ia mempunyai kesalahan maka maafkanlah dan ambillah hal-hal yang baik darinya , inilah hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Yang bertanggungjawab silahkan melaksanakan tanggungjawabnya , dan yang bertugas laksanakan tugasnya , kita akan terus menjalankan hal-hal yang menenangkan dan menyenangkan hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam . Kenalkan ummat yang munkar , teman yang dalam perzinahan , teman yang dalam perjudian , kenalkan pada taubat ajak mereka ke masjid , ajak mereka ke majelis , hal-hal seperti ini menyenangkan hati Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , jangan menjadi pemicu terpecah belahnya Muslimin . Tafaddhal masykuraa