Akhir Wasiat Nabi Muhammad saw Kepada Umatnya
Senin, 18 Januari 2010
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ :
صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمِنْبَرَ وَكَانَ
آخِرَ مَجْلِسٍ جَلَسَهُ مُتَعَطِّفًا مِلْحَفَةً عَلَى مَنْكِبَيْهِ قَدْ
عَصَبَ رَأْسَهُ بِعِصَابَةٍ دَسِمَةٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ
ثُمَّ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ إِلَيّ َ، فَثَابُوْا إِلَيْهِ ثُمَّ
قاَلَ : أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ هَذَا الْحَيَّ مِنَ اْلأَنْصَارِ
يَقِلُّوْنَ وَيَكْثُرُ النَّاسُ فَمَنْ وَلِيَ شَيْئًا مِنْ أُمَّةٍ
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عََلَيْهِ وَسَلَّمَ فاَسْتَطَاعَ أَنْ يَضُرَّ
فِيْهِ أَحَدًا أَوْ يَنْفَعَ فِيْهِ أَحَدًا فَلْيَقْبَلْ مِنْ
مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيِّهِمْ .
( صحيح البخاري )
Dari Ibn Abbas radhiyallahu ;anhuma berkata :
Nabi saw naik ke mimbar beliau saw, dan itu adalah majelis terakhir
beliau saw sebelum wafat, beliau berselimut dg kain tebal dilibatkan pd
kedua pundak beliau saw, dan kepalanya diikat dg kain berminyak dan
menghitam sebab obat, lalu beliau mungucap Hamdalah dan memuji Allah
swt, lalu bersabda : “wahai kalian, kemarilah padaku kesemua kalian”,
maka para sahabat berdesakan kepada beliau saw, lalu beliau bersabda :
“Amma Ba;du, sungguh wilayah ini adalah wilayah Anshar, dan mereka akan
semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak, maka siapapun pemimpin
dari Ummat Muhammad saw yg bisa membawa keburukan pada seseorang (kaum),
dan bermanfaat bagi orang (kaum) lainnya, maka terimalah kebaikannya
dan maafkan kesalahannya” (Shahih Bukhari)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ
اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ الحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ
اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا
لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ
عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ واَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا
الْمَجمَعِ اْلكَرِيْمِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ
الْجَلْسَةِ اْلعَظِيْمَةِ...
Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata'ala Yang selalu bersama kita , Yang telah berfirman :
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
( الحديد : 4 )
" Dan Dia ( Allah ) bersama kamu dimana pun kamu berada , dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan " ( QS. Al Hadid : 4 )
Ia selalu bersama kalian dimanapun kalian berada , menghibur mereka
yang ingin bertobat bahwa dia bersama Allah , memberi teguran kepada
para pendosa bahwa mereka dilihat Allah , memberi hiburan kelembutan dan
kasih sayang bagi yang beribadah bahwa ia bersama Allah , demikian
jawaban Ilahi untuk semua jenis sanubari dan pemikiran bahwa Allah
bersama kalian dimanapun kalian berada dan dalam keadaan apapun , baik
dalam gelombang fikiran kegelapan atau keluhuran , Ia dekat dengan kita ,
bisa menimpakan musibah dan bisa menjauhkan musibah , bisa melimpahkan
anugerah atau menyingkirkan anugerah . Maka beruntunglah mereka yang
meminta , yang selalu menjawab seruan-Nya , yang selalu menjawab dengan
Labbaikallahumma labbaik , ku datang kepada-Mu wahai Rabbi.. menyambut
kelembutan dan kasih sayang-Mu , yang dengan itu alam semesta
menyambutnya sebagai hamba yang dimuliakan Allah , jika dia telah
dimuliakan Allah maka alam semesta dikenalkan untuk mengenal namanya ,
demikian riwayat Shahih Al Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي
أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي
السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ
فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي
الْأَرْضِ .
( رواه البخاري )
" Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia
memanggil malaikat Jibril dan berkata : “ Wahai Jibril, aku mencintai
orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril
mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “ Wahai
penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai
pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun
mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah
di muka bumi ini .”
( Shahih Al Bukhari)
Maka orang yang mau mencintai Allah dan menyayangi Allah berarti ia
telah dicintai Allah karena ia tidak bisa mencintai Allah kecuali ia
telah disetujui oleh Allah . Jika ia merindukan Allah berarti Allah juga
telah rindu kepadanya sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsy :
إِذَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا
" apa bila hamba-Ku mendekatkan dirinya satu jengkal kepada-Ku , niscaya Aku mendekat kepadanya satu hasta "
Setiap kali kita rindu kepada Allah , maka Allah lebih rindu kepada
kita . Jika kita ingin dekat dengan Allah , maka Allah lebih ingin dekat
dengan kita , jika kita memohon pengampunan kepada Allah , belum
selesai kesungguhan permohonan kita untuk diampuni tapi Allah telah
mengampuni kita , demikian agungnya Sang Maha Pengampun Yang tidak
membutuhkan panjangnya lisan untuk menyampaikan ucapan , dengan sekejap
Allah melihat getaran jiwamu yang ingin kembali kepada-Nya yang ingin
dekat kepada-Nya , maka kejap itu telah merubah sedemikian banyak
ketentuan burukmu di masa mendatang .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketentuan Allah itu lebih cepat dari kedipan mata , maka beribu juta
ketentuan berubah dalam kehidupan kita , betapa meruginya mereka yang
terus menuruti keinginannya untuk semakin jauh dari Allah , berapa ribu
juta kejadian buruk yang akan berubah mengarah kepadanya , dan berapa
banyak kejadian baik yang akan menjauh darinya karena ia menjauh dari
Yang Maha memiliki kebaikan , karena ia menjauh dari Yang Maha memiliki
anugerah dan ia mendekat kepada kemurkaan-Nya .
Hadirin hadirat , maka mendekatlah dan sampailah kepada pintu
kelembutan , aku dan kalian di malam hari ini dihadirkan karena rindu
dengan kelembutan-Nya , kita telah diberi kesempatan hadir dan kita
telah berada dalam payung kelembutan-Nya , jangan lemparkan fikiran kita
keluar dalam kehinaan tetapkan di dalam payung cahaya kelembutan Ilahi ,
dan jangan berhenti berdoa sebab mereka ahlul ma'rifah billah berdoa
dan beristighfar untuk setiap nafasnya yang tidak rindu kepada Allah . "
Ya Allah ampuni dosa-dosaku , ampuni nafas-nafasku yang tidak rindu
kepada-Mu di masa lalu " , demikian keadaan mereka . Dimana keadaanku
dan keadaan kalian , di mana shalatku dan shalat kalian ?! . Mereka
ketika melakukan sujud maka sanubarinya dipenuhi cahaya sujud , mereka
ruku' jiwanya dipenuhi dengan cahaya ruku' , mereka mengucapkan :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
" Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya "
Lalu membaca doa setelah ruku' :
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا
شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ .
" Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan
pujian yang banyak , yang baik dan penuh dengan berkah , (Aku memuji-Mu
dengan) pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi , sepenuh apa yang di
antara keduanya , sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu "
Kita bisa bayangkan bagaimana balasan Allah terhadap ucapan itu ,
balasannya sepuluh kali lebih besar dari ucapan itu hingga 700 kali
lipat , salahkah jika kita mengucapkannya satu atau dua detik dan
mendalami maknanya ?! . Dan didalam sujud kita mngucapkan :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلَأعْلَى وَبِحَمْدِهِ
" Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi "
Betapa tingginya keagungan nama Allah Yang Maha Tinggi , Alam semesta
beserta isinya tidak menyamai keagungan nama Allah Yang Maha Tinggi ,
kita mendapatkan pahalanya dan dikalikan 10 hingga dikalikan 700 , kalau
shalat berjama'ah maka dikalikan 27 , jika memakai siwak dikalikan 70 ,
MasyaAllah!!! Wahai Yang Maha Dermawan kedermawanan-Mu tidak tertahan ,
Wahai Yang Maha Baik kelembutan-Mu dan kebaikan-Mu terus berlimpah ,
namun beri kami kesadaran betapa indahnya Engkau wahai Allah , jiwa ini
sering lupa dan terpejam dari hal-hal yang luhur .
Hadirin hadirat ynag dimuliakan Allah
Sampailah kita pada malam hari ini dalam tuntunan mulia sayyidina
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , orang yang paling berlemah
lembut diantara semua makhluk Allah . Tidak ada satu makhluk pun yang
lebih berkasih sayang lebih dari sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam , sebagaiman firman Allah :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
( القلم : 4 )
" Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur " . ( QS. Al Qalam : 4 )
Dan beliau itu adalah nabi yang
rauuf ar raahim , dan tidak
diberikan gelar itu kepada makhluk lainnya kecuali nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari
bahwa pada kitab Taurat dijelaskan tentang sifat-sifat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam :
لاَ يَدْفَعُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ وَلَكِنْ يَعْفُوْ وَيَصْفَحُ
" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak membalas kejahatan dengan kejahatan , tetapi memaafkan dan mengampuni " .
Ini salah satu ciri-ciri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ,
dan semoga ciri-ciri itu kita warisi pula . Ya Allah penuhi jiwa kami
dengan jiwa pemaaf , penuhi jiwa kami dengan jiwa yang selalu ingin
mengampuni , yang dengan itu Kau penuhi hari-hari kami dengan cahaya
pengampunan-Mu , Ya Rabbi . Dan dijelaskan pula di dalam Taurat :
وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللهُ تَعَالَى حَتَّى يُقِيْمَ بِهِ الْمِلَّةُ
اْلعَوْجَاء بِأَنْ يَقُوْلُوْا لَا إِلهَ إِلَّا الله وَيَفْتَحُ بِهَا
أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمََّا وَقُلُوْبًا غُلْفًا .
" Allah tidak akan mewafatkannya sampai ditegakkan agama yang
telah diselewengkan sehingga mereka berkata " Laa ilaaha illallah " dan
dengan itu akan membuka mata yang buta , membuka telinga yang tuli dan
membuka hati yang gelap dan mati "
Demikian riwayat Shahih Al Bukhari bahwa di dalam Taurat dijelaskan
tentang sifat-sifat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ; beliau
tidak membalas kejahatan dengan kejahatan , tetapi memaafkan dan
mengampuni , dan beliau tidak akan wafat sampai beliau menegakkan Aqidah
yang telah diselewengkan , sampai manusia mengenal kalimat
" Laa ilaaha illallah "
. Dan tuntunan nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam membuka mata
yang buta , membuka telinga yang tuli dan membuka hati yang gelap dan
mati . Hadirin hadirat , bukan berarti orang yang buta matanya akan
bisa melihat dengan tuntunan , tentunya bukan itu maksudnya . Yang
dimaksud adalah , ketika seseorang telah sampai kepadanya tuntunan Sang
Nabi maka ia akan melihat hal-hal yang dimuliakan Allah , hal-hal yang
dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala . Ketika ia melihat kenikmatan
maka ia bersyukur , ketika ia melihat musibah maka ia berdoa . Demikian
indah penglihatannya , terbuka penglihatannya kepada keluhuran sehingga
sampailah ia kepada derajat ahlul ihsan , yaitu :
أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
" Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya,
jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu ."
Orang seperti ini yang dimaksudkan adalah orang yang buta menjadi
melihat bahwa alam semesta ini ada pemiliknya , barat dan timur ini ada
pemiliknya , penglihatannya ada yang menciptanya hingga ia mengenal
Allah , dan ia senang mendengar hal-hal yang mulia . Berbeda di
telinganya antara mendengar nama Allah dengan mendengar nama makhluk .
Ia asyik jika mendengar nama Allah , ia kurang senang mendengar nama
selain Allah , jika senang mendengar nama yang lain tapi jika mendengar
nama Allah disebut maka bergetar hatinya dengan khusyu'. Demikian
keadaan telinga yang dibuka oleh tuntunan Nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam . Mereka yang asyik mendengar gemuruh nama Allah
disebut , sungguh mereka itulah orang-orang yang diqiyaskan di dalam
Taurat dalam riwayat Shahih Al Bukhari , bahwa telinga yang tuli itu
terbuka hingga bisa membedakan antara nama Allah dengan nama makhluk ,
berbeda bagi mereka ketika nama Allah yang disebut .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Nabi Isa bin Maryam As
ketika ia melihat seorang pencuri kemudian ia berkata kepada pencuri itu
: " Kau telah mencuri " , dan pencuri itu berkata " tidak " , maka nabi
Isa berkata : " sungguh aku telah melihat dengan mataku sendiri bahwa
kau telah mencuri " , orang itu berkata : " Demi Allah , aku tidak
mencuri " , kemudian nabi Isa berkata : " shadaqallahu wa kazabat 'ainii
/ Allah Yang Maha benar dan mataku yang dusta " . Tidak mau ia
berbenturan dengan nama Allah , matanya tidak mau diadu dengan nama
Allah .
Oleh sebab itu dalam syariat harus dua orang saksi yang melihat tidak
boleh hanya satu orang saja . Dalam sebuah riwayat yang tsiqah di dalam
Ma'jam Al Kabir dan di dalam riwayat yang tsiqah lainnya , ketika Allah
subhanahu wata'ala memberikan ujian kepada nabi Khidhir dengan
keagungan nama-Nya hingga suatu saat datang seseorang kepadanya dan
meminta shadaqah kepadanya maka ia berkata : " Aku tidak memiliki
apa-apa untuk dishadaqahkan " , maka orang itu berkata : " As-aluka
billah , aku meminta kepadamu dengan nama Allah " , maka nabi Khidir
berkata : " Jika kau telah menyebut nama Allah , aku tidak bisa
mengatakan kata " Tidak " lagi , memang aku tidak memiliki apa-apa maka
juallah diriku sebagai budak , karena diriku tidak ada artinya dibanding
dengan nama Allah subhanahu wata'ala " . Maka orang itu berkata : " kau
sungguh-sungguh dengan ucapanmu ? " , maka nabi Khidir berkata : " iya
aku sungguh-sungguh , juallah diriku karena diriku tidak berarti
apa-apa dibanding dengan nama Allah dan kau meminta dengan nama Allah " ,
maka ia pun membawa dan menjualnya sebagai budak , dan dibeli oleh
seseorang kemudian orang itu membawa budaknya yaitu nabi Khidir AS ke
rumahnya . Tetapi ia tidak diperintah oleh tuannya sampai beberapa hari ,
maka nabi Khidir bertanya kepada orang yang membelinya : " wahai tuan ,
kau telah membeliku dan aku telah menjadi budakmu tapi mengapa kau
tidak memerintah aku ? " , maka tuannya berkata : " Kau ini sepertinya
orang yang sangat berwibawa sehingga aku tidak berani memerintahmu ,
jangan-jangan kau ini adalah raja karena kau begitu berwibawa bukan
seperti budak " , maka nabi Khidhir berkata : " perintahlah aku " , maka
tuan itu berkata : " baiklah kalau kau mau membantu aku, disana ada
beberapa bongkahan batu seperti gunung kalau bisa tolong pindahkan batu
itu ke tempat lain semampumu saja , aku mau berangkat ke pasar
sebentar" . Setelah tuannya pulang dari pasar , semua batu telah
dipindahkan ke tempat yang diinginkan . Maka ia berkata : " wahai
budakku , kau ini siapa , pekerjaan ini meskipun dikerjakan oleh sepuluh
orang belum akan selesai dalam tiga hari , tapi kau mengerjakannya
sendiri " , maka nabi Khidir berkata : " Dengan izin Allah " . Maka
tuannya berkata : " Baiklah kalau begitu , aku dan keluargaku akan pergi
ke luar kota dan rumahku akan direnovasi , maka engkau bantulah
semampumu , besok aku pulang " . Setelah ia berangkat dan pulang
keesokan harinya , ia mendapati rumahnya telah rapi dan selesai
direnovasi . Maka tuannya berkata : " jika aku kumpulkan para kuli
bangunan untuk merenovasinya maka tidak akan selesai dalam puluhan hari ,
tapi kau selesaikan dalam satu malam " , maka nabi Khidir berkata : "
dengan izin Allah " . Maka tuan itu berkata : " sekarang jawab dengan
jujur kau ini siapa ? " , nabi Khidir menjawab : " Aku hamba Allah " ,
tuannya pun bertanya lagi dan nabi Khidir menjawab : " aku ini tidak
lebih dari hamba Allah " , maka sang tuan berkata lagi : " Aku bertanya
kepadamu demi keagungan nama Allah , siapa engkau ? " , maka ia berkata :
" Aku Khidir Nabiyyullah " , maka orang itu pun bersimpuh mencium kaki
dan lutut nabi Khidir seraya berkata : " wahai nabi Allah , limpahkan
bala' kepadaku , agar jangan sampai aku di azab Allah di akhirat karena
aku telah memperbudak seorang nabi " , maka nabi Khidir berkata : "
Tidak , engkau tidak salah , kau tidak memperbudak seorang Nabi karena
kau tidak tau " , maka ia berkata : " Wahai nabi Allah apa yang engkau
mau ? " , nabi Khidir berkata : " Kalau engkau mau bebaskanlah aku agar
aku bebas beribadah " , maka tuan itupun berkata : " Kau telah aku
bebaskan wahai Nabi Khidir " . Maka nabi Khidir berkata : " Maha Suci
Allah yang membuat aku terperbudak karena nama-Nya dan terbebaskan
karena nama-Nya . Demikian keadaan orang-orang yang mengagungkan nama
Allah subhanahu wata'ala .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada ucapan sang Nabi tadi , hingga terbuka mata dari
kebutaannya , semua manusia yang tidak mengetahui iman dan kemuliaan
Allah maka ia tergolong orang buta di hari kiamat . Semua orang yang
tidak mendengar dan tidak bisa membedakan nama Allah dengan nama
makhluk-Nya maka ia adalah orang yang tuli di hari kiamat , jiwa yang
tidak mengenal keagungan nama Allah . Bagaimana dengan jiwaku dan jiwa
kalian ? sinarilah jiwa kami dengan cahaya-Mu wahai Rabby , jangan
Engkau jadikan kami berkumpul dengan kelompok orang-orang yang hatinya
gelap , tapi jadikanlah kami orang yang memiliki hati yang selalu
bercahaya , Ya Rahman Ya Rahim .
Sampailah kita pada hadits agung sayyidina nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam , inilah khutbah terakhir beliau sebelum wafat ,
majelis beliau yang terakhir sebelum beliau wafat . Beliau keluar dalam
keadaan demam berat setelah beberapa hari tidak keluar , dan disebutkan
dalam hadits yang kita baca tadi bahwa kepalanya diikat dengan kain
hingga menghitam karena banyaknya obat dipakaikan di kain yang diikatkan
di kepala beliau karena sakit kepalanya yang dahsyat , dan beliau dalam
hari-hari terakhir mencapai sakaratul maut , beliau menutup dirinya
dengan rida' ( sorban ) dengan gemetar beliau naik ke atas mimbar dan
berdiri seraya berkata : " Wahai manusia kemarilah berkumpul kepadaku " ,
maka para sahabat berdesakan ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam dan beliau berkata dalam kalimat-kalimat yang menjadi khutbah
terakhir sang nabi : " bahwa ketahuilah akan datang waktunya nanti
dimana Anshar akan semakin sedikit dan ummat akan semakin banyak , maka
siapa pun yang menjadi pemimpin dari ummat Muhammad , jika ia memiliki
aib , atau kesalahan pada seseorang tapi memiliki kebaikan pada orang
lainnya , dalam riwayat lain ia memiliki kesalahan pada suatu kelompok
orang tapi memiliki kebaikan pada kelompok lainnya , maka maafkan
kesalahannya dan terima kebaikannya " , inilah akhir ucapan nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , dan beberapa hari kemudian
beliau saw wafat . Inilah akhir wasiat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam kepada kita ,
Jadi jelaslah jika ada ummat nabi Muhammad yang memimpin kita baik
dia RT , RW , Lurah , atau siapapun selama dia muslim ummat sayyidina
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , maka Rasul telah berwasiat untuk
menghormati mereka karena mereka adalah ummat sayyidina Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Terimalah kebaikannya dan maafkanlah
kesalahannya , kalau ada yang salah tentu benahi dengan cara yang baik ,
inilah akhir wasiat sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
disaat beliau dalam keadaan gemetar mencapai akhir-akhir sakaratul maut .
Dan dalam khutbah di dalam riwayat lainnya Rasul shallallahu 'alaihi
wasallam berkata :
سَتَرَوْنَ بَعْدِيْ أَثْرَةً فَاصْبِرُوْا حَتَّى تَلْقَوْنِيْ عَلَى الْحَوْضِ
" Kalian akan berjumpa dengan hal yang tidak kalian sukai , maka bersabarlah sampai kalian berjumpa denganku di telaga haudh "
Hadirin hadirat , inilah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
idolaku dan idola kalian .Ketika di akhir hidupnya demikian
wasiat-wasiat beliau yaitu agar tidak berpecah belah antara rakyat
dengan pemimpinnya , tidak saling hantam antara rakyat dengan
pemimpinnya karena akan membuat orang kafir tertawa melihat muslimin
saling hantam satu sama lain . Tidak perlu kita yang menghancurkan ,
tetapi merekalah yang akan hancur sendiri . Maka tenanglah dan damailah ,
sejukkan hatimu dan jangan terjun kepada hal-hal yang membawa kerusakan
dan perpecahan muslimin .
Biarkan mereka yang bertanggungjawab melaksanakan tanggungjawabnya ,
yang memiliki tugas menjalankan tugasnya . Dan tugas kita adalah
menenangkan bangsa demi menenangkan hati sayyidina Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam . Selama ummat Muhammad yang memimpin , maka kita
maafkan kesalahannya dan kita terima kebaikannya , bukan karena orang
itu , tapi karena cinta kita kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketika sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra , orang yang sangat mencintai
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat lainnya sangat
terkejut dengan wasiat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ini ,
Diantara bentuk cinta mereka adalah sayyidina Zaid bin Haritsah orang
yang sangat mencintai Rasul , dia tidak mau memilih yang lain kecuali
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai idolanya , tidak ada
selain nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Sayyidina Zaid bin
Haritsah ikut nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .. Maka Zaid
bin Haritsah diberikan pilihan : " Wahai Zaid lalu engkau mau kemana ,
maka Zaid berkata : " Ya Rasulullah aku tidak memilih orang selainmu ,
maka jangan kau suruh aku untuk memilih orang selainmu wahai nabi ,
jangan sesekali kau meminta aku untuk memilih orang lain selainmu !" .
Demikian indahnya sayyidina Zaid bin Haritsah RA , demikian indahnya
cinta mereka kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Dimana derajat mereka di hari kiamat kelak , beruntung orang yang
jiwanya bersama mereka . Semoga aku dan kalian kelak di hari kiamat
berkumpul bersama mereka , orang-orang yang tidak mau memilih yang lain
untuk cintanya kepada makhluk Allah lebih daripada nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Wahai Allah jangan pilihkan bagi kami
kekasih lebih dari sayyidina nabi Muhammad . Kita memiliki banyak
kekasih , ada ayah bunda , istri , suami , anak , kerabat , teman dan
lainnya tetapi jangan satupun melebihi cinta kita kepada nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam , idola kita tercinta . Sejahat-jahat kami ,
seburuk-buruk kami , sebanyak-banyak dosa kami perbuat tapi sungguh
demi Allah idola kami tetap sayyidina Muhammad shallallahu 'alihi
wasallam .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Cintanya para sahabat kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengalir
kepada Ahlu bait Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , sehingga
sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra berkata :
اُرْقُبُوْا مُحَمَّدًا فِيْ أَهْلِهِ
" Jagalah ( muliakanlah / peliharalah ) Muhammad mengenai ahlu baitnya " (shahih Bukhari)
Demikian perintah Abu Bakr As Shiddiq , dan beliau berkata dalam
riwayat Shahih Al Bukhari : " Aku lebih suka menyambung silaturrahmi
dengan ahlu bait Rasulullah daripada dengan kerabatku sendiri " . Karena
cintanya kepada nabi Muhammad shallallahu 'alihi wasallam , cintanya
mengalir pada ahlu bait Rasul shallallahu 'alaihi wasallam , padahal
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memuliakan beliau dengan
kemuliaan besar . Kita lihat bagaimana Allah memuliakan para shiddiqin ,
diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah berdiri di
atas gunung Uhud dan gunung itu berguncang , maka Rasul berkata :
اُثْبُتْ أُحُد فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيْقٌ وَشَهِيْدَانِ
" Tenanglah wahai Uhud sesungguhnya di atasmu ada nabi , shiddiq , dan dua orang syahid "
Mengapa Rasul tidak mengatakan " di atasmu ada Nabi dan ada Abu Bakr "
, tetapi beliau mengatakan As Shiddiq dan dua orang yang akan mati
syahid . Hal ini menunjukkan bukan hanya Abu Bakr As Shiddiq Ra saja
yang bisa menenangkan goncangan gunung atau gempa bumi menjadi tenang .
Rasul telah memerintahkan kepada gunung untuk tenang ketika diinjak oleh
nabi atau As Shiddiq atau orang mati syahid , hal ini telah diperintah
oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam . As Shiddiq bukan hanya
sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra saja . As Shiddiq adalah orang yang
bersungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah , para shalihin , para wali
Allah , dan para Ulama' yang shalih yang menjalankan sunnah sang Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam , merekalah para shiddiqin .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Gunung tidak pantas berguncang jika ada di atasnya orang yang As Shiddiq
atau dua orang yang mati syahid , demikian sabda nabi Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Maka bala' dan musibah akan jauh dari
keberadaan para shalihin , shiddiqin dan para muqarrabin .
Inilah rahasia kemuliaan tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam , dan tentunya kita tidak lupa pada belahan jiwa
sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , sayyidatuna Fathimah
Az Zahra' . Dimana saat-saat terakhir setelah Rasulullah berkhutbah dan
masuk ke rumahnya lalu memanggil sayyidah Fathimah Ra (Shahih Bukhari)
seraya berkata : " Wahai anakku Fathimah , aku mohon izin untuk wafat "
maka menangislah sayyidatuna Fathimah dan setalah itu dia tersenyum ,
maka sayyidatuna Aisyah yang melihat dari kejauhan heran dan
bertanya-tanya .
Setelah sayyidatuna Fathimah keluar maka sayyidah Aisyah bertanya : "
Apa yang telah dikatakan nabi sehingga kau menangis kemudian tersenyum ?
" maka sayyidah Fathimah berkata : " Aku tidak diizinkan bicara sampai
nabi telah wafat " . Maka setelah nabi wafat , Sayyidah Aisyah bertanya
kepada sayyidah Fathimah apa yang telah dikatakan Rasul ketika itu
kepadamu wahai Fathimah , maka sayyidah Fathimah berkata : " Waktu itu
Rasul meminta izin kepadaku bahwa beliau akan wafat dan meninggalkanku ,
maka aku menangis , lalu Rasul berkata : " kau adalah orang pertama
yang akan menyusulku , wahai Fathimah kau adalah pemimpin seluruh wanita
di sorga " , maka sayyidatuna Fathimah tersenyum . Sayyidatuna Fathimah
menangis lalu tersenyum , bukan senyum karena bahagia menjadi wanita
yang paling mulia , tetapi karena menjadi kebanggaan ayahnya . Ayahnya
bangga sebab ia menjadi pemimpin wanita di surga , maka gembira
sayyidatuna Fathimah dan gembira karena akan cepat menyusul ayahnya dan
tidak akan lama berpisah , demikian sang ayah nabi Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam yang bersabda :
فاَطِمَة بِضْعَةٌ مِنِّيْ فمَنْ أَغْضَبَهَا أَغْضَبَنِيْ
" Fathimah adalah belahan jiwaku , maka siapa yang membuatnya murka maka ia telah membuat aku murka " (shahih Bukhari)
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Tentunya kita memahami satu riwayat tsiqah dalam Shahih Al Bukhari
ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersujud di Ka'bah sebelum
Fath Makkah , ketika itu para kuffar qurays menumpahkan kotoran onta di
pundak beliau dan ketika itu beliau tidak bergerak dari sujudnya , maka
sayyidatuna Fathimah keluar dari rumah ketika melihat ayahnya dilempari
kotoran onta , kemudian ia mendudukkan ayahnya dan membersihkan kotoran
itu dari tubuh ayahnya sambil menangis , maka berkatalah Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam : " Ishbirii ya fathimah / sabarlah wahai
fathimah " .
Kita melihat betapa lemahnya keadaan putri Rasulullah di saat itu
yang menangisi ayahnya , namun kelak di hari kiamat Rasul telah bersabda
ketika semua orang kebingungan dalam desakan mahsyar dan semua orang
diperintahkan untuk melintasi shirat ( jembatan ) , yang jembatan itu
sangatlah kecil dan berjatuhan orang-orang ke dalam neraka , kait-kait
dari neraka langsung mengambil para pendosa dan menjatuhkannya dari
jembatan itu , disaat itu diperintahkan untuk melintasi shirat maka
semua orang mundur tidak berani untuk melintasi shirat , maka disaat itu
terdengar suara :
ياَ أَهْلَ الْجَمْعِ نَكسُوْا رُؤُوْسَكُمْ وَغُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ حَتَّى تَمُرَّ فاَطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ عَلَى الصِّرَاطِ
" Wahai yang berkumpul di mahsyar tundukkan kepala kalian , dan
tundukkan pandangan kalian sampai Fathimah putri Muhammad melintas di
shirat "
Semua orang menundukkan kepala sebagai penghormatan untuk melintasnya
putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , sayyidatuna Fathimah Az
Zahra' Ra . Demikian mulianya putri Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
walaupun di dunia sepertinya tiada berdaya yang membersihkan kotoran
onta sambil menangis , dan di waktu yang lain dalam riwayat yang shahih
bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada salah satu
penduduk Anshar karena tiga hari tidak makan , maka ia makan sedikit dan
beliau berkata : " tolong bungkus untuk Fathimah , karena fathimah dua
hari juga belum makan " .
Demikian keadaannya di dunia , tetapi di akhirah seluruh manusia
mendengar siapa Fathimah Az Zahra' , semua kepala tunduk menghormati
sayyidatuna Fathimah Az Zahra' RA . Semoga aku dan kalian bersama
sayyidatuna Fathimah , bersama ayah sayyidah Fathimah, sayyidina
Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , Ya Rahman Ya Rahim .
Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah muliakan
hari-hari kita dengan keluhuran , semoga Allah damaikan jiwa kita ,
damaikan wilayah kita , damaikan bangsa kita , dan menjauhkan bencana
dari kita Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzatthawli wal
in'aam . Hadirin hadirat , seluruh nama Yang Maha Luhur dan Maha Agung ,
ingatlah bahwa kita semua akan wafat meninggalkan semua yang kita lihat
dan kita dengar dan setelah itu ruh akan berkumpul dengan siapa ? ,
semoga bersama dengan muhajirin dan Anshar , bersama para ulama ,
bersama ahlu bait Rasulullah , bersama sayyidina Muhammad shallallahu
'alaihi wasallam . Di hari kiamat ruh bersama siapa ? jika dipanggil
kelompok pezina berdiri dengan kelompoknya , kelompok pencuri berdiri
dengan kelompoknya , kelompok pengumpat berdiri dengan kelompoknya ,
maka disaat itu nama kita dipanggil di kelompok mana ? , semoga kita
berada di kelompok orang yang merindukan Rasulullah sehingga wajah kita
pun berdiri di saat itu , ketika dipanggil kelompok ahlus sujud terlihat
wajah kita berdiri dalam kelompok ahlus sujud , ketika dipanggil
kelompok orang-orang yang rindu pada Allah maka wajah kita juga terlihat
dalm kelompok yang rindu kepada Allah , Amin Ya Rabbal 'Alamin . Rabbi
.. benahi hari-hari kami , benahi keadaan kami . Masing-masing diantara
kami mempunyai masalah atau kesusahan yang hingga malam ini belum
terselesaikan , maka pastikan penyelesaiannya Ya Allah , baik itu
masalah dunia dan masalah akhirah , masalah dunia dan masalah dosa ,
kepada siapa kami mengadu kalau bukan kepada-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya
Rahim..
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا...
Katakanlah bersama-sama..
يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ...يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا
رَحِيْمُ...لاَإلهَ إِلاَّ الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَعَلَيْهَا
نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالىَ مِنَ اْلأَمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sekaligus saya menyampaikan terimakasih atas perhatian dan suksesnya
acara-acara besar kita dengan keberadaan guru mulia kita di beberapa
minggu yang lalu , suksesnya acara Senayan dan acara Monas berkat
partisipasi hadirin hadirat sekalian . Alhamdulillah hal itu sangat
memuaskan dan menggembirakan beliau , terus memuji jama'ah dan majelis
kita , setiap kali beliau melihat ada yang memakai jaket hitam beliau
membuka kaca mobil dan berkata : " ini jama'ah Majelis Rasulullah " ,
beliau bangga dengan majelis ini , dan hal itu sungguh merupakan
kegembiraan bagi kita dan cita-cita kita bisa membuat beliau bangga ,
semoga dengan itu bangga pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam .
Meskipun di awal beliau sedih ketika sampai di Bandara , melihat
Indonesia penuh dengan kemunkaran dan kerusakan , banyak wanita yang
membuka aurat , pria yang menghindar dari hal-hal yang mulia , namun
ketika beliau melihat jaket-jaket hitam yang berlambang masjid Nabawy
dengan tulisan Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , beliau
gembira karena hal itu adalah syiar besar , Alhamdulillah acara di
Senayan dan Monas jamaah sedemikian banyaknya hingga tidak bisa lagi
diprediksi jumlahnya .
InsyaAllah kita akan berkumpul kembali sebagaimana yang telah kita
sampaikan kepada beliau yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal bertepatan
dengan tanggal 26 Februari 2010 yang akan datang di Monas , InsyaAllah .
Tidak jadi di Gelora Bung Karno karena bertepatan dengan hari Jum'at ,
kita khawatir jika jama'ah yang terakhir keluar akan sulit mencapai ke
Masjid untuk shalat Jum'at . Kalau di Monas kita dekat dengan Istiqlal ,
dan mungkin acara akan dimulai sangat pagi sekitar jam 07.00 atau 07.30
sehingga sebelum panas acara sudah selesai .
Walaupun guru mulia tidak bisa hadir pada acara tersebut , namun doa
dan dukungan beliau hadir , dan kehadiran kita membawa kesenangan bagi
beliau dan semoga acara itu menjadi hadiah besar bagi sayyidina Muhammad
shallallahu 'alaihi wasallam . Dan sampai saat ini guru mulia belum
sampai di Tarim Yaman , beliau masih terus berputar di sekitar Kanada ,
Spanyol , Belgia , Perancis dan lainnya terus menyampaikan dakwah
kedamaian sayyidina Muhammad di negara-negara Eropa dan beliau akan
kembali ke Tarim kota tempat beliau tinggal hanya 3 hari pada tanggal
4,5,dan 6 Februari kemudian melanjutkan lagi perjalanannya ke Nairobi di
Afrika dan lainnya untuk melanjutkan dakwahnya .
Ya Allah…semoga Allah berikan kekuatan kepada beliau , beliau lelah
di Indonesia dan lelah di semua negara , ingin tenang beribadah namun
terus terganggu dengan ummat , maka berilah beliau ketenangan dan
kekuatan Ya Rahman Ya Rahim . Dan jadikan kita semua selalu bersama
beliau dan selalu mencintai beliau dunia dan akhirah , Amin Allahumma
Amin . Kita teruskan acara kita dengan mengenang kembali indahnya Nabi
kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam , dan ingatlah wasiat Rasul
shallallahu 'alaihi wasallam bahwa pemimpin yang muslim jika ia
mempunyai kesalahan maka maafkanlah dan ambillah hal-hal yang baik
darinya , inilah hadits Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam .
Yang bertanggungjawab silahkan melaksanakan tanggungjawabnya , dan yang
bertugas laksanakan tugasnya , kita akan terus menjalankan hal-hal yang
menenangkan dan menyenangkan hati Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam . Kenalkan ummat yang munkar , teman yang dalam perzinahan ,
teman yang dalam perjudian , kenalkan pada taubat ajak mereka ke masjid ,
ajak mereka ke majelis , hal-hal seperti ini menyenangkan hati
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam , jangan menjadi pemicu terpecah
belahnya Muslimin . Tafaddhal masykuraa